in

2.597 Hektare Tanaman Padi di Kendal Terendam Banjir

HALO KENDAL – Akibat cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari belakangan, 2.597 hektare lahan pertanian khususnya padi di 11 kecamatan di Kabupaten Kendal terendam banjir.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/1/2023).

Dipaparkan, 11 kecamatan yaitu, Kendal (353 hektare), Brangsong (298 hektare), Kaliwungu (246 hektare), Kaliwungu Selatan (16 hektare), Ngampel (128 hektare), Patebon (556 hektare), Pegandon (15 hektare), Cepiring (334 hektare), Weleri (251 hektare), Ringinarum (45 hektare) dan Rowosari (355 hektare).

Pandu juga merinci, jumlah desa atau kelurahan yang lahan pertaniannya terdampak banjir, yaitu Kecamatan Kendal 15 kelurahan, Patebon 14 desa, Cepiring 12 desa, Ngampel 11 desa dan Kecamatan Rowosari sepuluh desa.

“Selain itu di Kecamatan Weleri tujuh desa, Brangsong enam desa, Kaliwungu lima desa, Ringinarum empat desa, Pegandon tiga desa dan Kaliwungu Selatan dengan dua desa,” papar Pandu.

Sedangkan untuk tanaman jagung, lanjutnya, yang terdampak di Kecamatan Ringinarum, Patean dan Brangsong, dengan total lahan seluas 1.526 hektare.

“Untuk tanaman bayam, kacang panjang dan kangkung yang terdampak di Kecamatan Brangsong dengan total luas lahan empat hektare,” imbuh Pandu.

Dirinya juga mengungkapkan, Dispertan Kendal akan segera akan segera melakukan inventarisasi data kerugian lahan pertanian yang terendam banjir.

“Untuk kebutuhan para petani yang terdampak banjir, kami berupaya meminta bantuan ke pemerintah pusat. Kami juga mengajukan bantuan ke pemerintah provinsi,” ungkap Pandu. (HS-06).

 

Realisasi Pendapatan Jateng Tembus 99,33%, Masuk 10 Besar Tertinggi di Indonesia

Polisi Ungkap Kasus Perampokan Bersenjata Api di Batang, Lima Pelaku Mantan Napi