in

Bank Jateng dan PKK Batang Satukan Langkah Cegah Stunting Lewat Program Genting

Peluncuran program inovatif Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Batang Teras Pandawa dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-32.

HALO BISNIS – Semangat gotong royong mewarnai peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-32 di Batang Teras Pandawa. Acara yang dihadiri berbagai kalangan masyarakat itu tidak hanya merayakan momen kebersamaan keluarga, tetapi juga menjadi momen peluncuran program inovatif yang bertujuan untuk mengatasi stunting di Kabupaten Batang.

Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Batang bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten Batang.

Melalui program ini, diharapkan dapat mengatasi masalah stunting dengan cara melibatkan masyarakat secara langsung. Setiap desa akan memiliki minimal satu orang tua asuh yang bertugas memberikan makanan bergizi kepada anak-anak berisiko stunting selama enam bulan berturut-turut. Target awal program ini adalah sekitar 3.000 anak yang berisiko stunting.

Program Genting mendapat dukungan luar biasa dari berbagai pihak, termasuk sektor pemerintahan dan dunia usaha. Salah satu pihak yang mendukung adalah Bank Jateng, yang berperan sebagai fasilitator penyaluran bantuan secara non-tunai.

Sebagai lembaga keuangan yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat, Bank Jateng memfasilitasi penyaluran dana yang terkumpul langsung kepada orang tua asuh, tanpa perantara, memastikan transparansi dan efektivitas dalam setiap tahap distribusi bantuan.

Secara terpisah di ruang kerjanya, Pemimpin Bank Jateng Cabang Batang, Sapto Nugroho,
menegaskan, pihaknya senantiasa berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi nyata bagi masyarakat Batang.

“Program Genting ini merupakan inisiatif yang sangat penting, dan kami bangga bisa berkontribusi dalam mengatasi stunting yang menjadi isu kesehatan jangka panjang. Kami percaya bahwa dengan semangat gotong royong, kita semua dapat memberikan masa depan yang lebih sehat bagi anak-anak di Batang,” ungkapnya.

Sementara Ketua TP PKK Kabupaten Batang, Faelasufa Faiz, yang sekaligus Bunda Asuh Anak Stunting menjelaskan, program Genting bukan sekadar memberikan bantuan konsumtif, melainkan merupakan bentuk kepedulian kolektif yang disusun secara sistematis untuk mengatasi akar masalah stunting.

“Selain bantuan makanan bergizi, program ini juga dilengkapi dengan sistem monitoring yang ketat. Orang tua asuh diharuskan mengirimkan foto dokumentasi setiap kali anak makan melalui WhatsApp, dan data anak-anak yang terlibat dalam program ini akan terintegrasi dengan dashboard Posyandu untuk memantau perkembangan gizi secara lebih akurat,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Faelasufa, orang tua asuh juga akan dibekali dengan pengetahuan tentang gizi, teknik menyuapi anak, serta pola asuh sehat, agar mereka tidak hanya memberi makan, tetapi juga membentuk kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan.

Pihak TP PKK juga bekerja sama dengan tenaga medis dari Puskesmas dan PLKB yang siap turun langsung jika ada anak yang tidak menunjukkan kenaikan berat badan dalam dua bulan. Pendekatan ini menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan setiap anak yang terlibat dalam program ini mendapat perhatian yang maksimal dan berkembang dengan baik.

Dengan adanya program ini, diharapkan angka stunting di Batang dapat menurun secara signifikan, melahirkan generasi yang lebih sehat dan cerdas. Semua pihak berharap, melalui semangat gotong royong, Batang bisa menjadi contoh sukses dalam mengatasi stunting, dan Bank Jateng bangga menjadi bagian dari upaya mulia ini. (HS-06)

 

Pasokan Beras Kian Aman, Panen Gadu 2025 Diprediksi Naik 11 Persen

Demo Anarkistis di Kantor Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas