HALO PEKALONGAN – Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq menyerahkan bantuan langsung tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Pekalongan tahun 2022, kepada 125 petani tembakau dari 5 desa, di Kecamatan Petungkriyono, baru-baru ini.
Para petani tembakau penerima BLT, adalah dari Desa Curugmuncar, Desa Simego, Desa Songgodadi, Desa Tlogohendro dan Desa Telogo Pakis.
Bupati berharap bantuan yang disalurkan tersebut dapat membantu perekonomian para petani tembakau dan keluarganya.
“Semoga bantuan ini dapat menjadi penyemangat para perani agar lebih giat lagi untuk membangun dan mengembangkan usaha di sektor tembakau,” kata dia, seperti dirilis pekalongankab.go.id.
Selain itu, bupati berharap ke depannya, bantuan tersebut dapat menjangkau lebih banyak petani tembakau di Kabupaten Pekalongan.
“Perlu kita pikirkan agar bisa merambah lebih banyak bantuannya, agar yang masih belum mendapatkan bisa mendapatkan bantuan juga,” tutur bupati.
Menurut bupati, Pemkab Pekalongan juga perlu memikirkan bantuan dalam bentuk lainnya untuk mendukung keberlangsungan dan kemajuan usaha para petani tembakau.
“Perlu dipikirkan untuk peralatan apa yang para petani ini perlukan, sarana dan prasarananya yang diperlukan apa. Kita bisa saling komunikasi supaya pemkab tau apa yang mereka butuhkan dan bantuan apa yang kiranya akan lebih bermanfaat untuk mereka,” kata bupati.
Sebelumnya Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan, Yudi Himawan, mengungkapkan bahwa BLT DBHCHT tersebut merupakan bantuan tahap pertama, yang dilaksanakan pada Agustus 2022.
“BLT ini tiap bulan per orang mendapatkan Rp 300 ribu, selama 4 bulan. Penyaluran bantuan hari ini merupakan tahap pertama yakni untuk Juli-Agustus 2022 sebesar Rp 600 ribu. Tahap ke dua nanti akan kita salurkan di Oktober. Ini sesuai juknis dari Provinsi,” terangnya.
Yudhi mengatakan, selain BLT DBHCT Kabupaten Pekalongan, buruh tani tembakau serta buruh pabrik rokok di Kabupaten Pekalongan, juga menerima BLT DBHCHT Provinsi Jawa Tengah.
Jumlah penerima BLT DBHCHT Provinsi Jawa Tengah di Kabupaten Pekalongan sebanyak 718 orang.
“Ini terdiri atas 380 buruh tani tembakau, dan 338 buruh pabrik rokok yang sebagian besar berasal dari Kecamatan Petungkriyono. Para buruh pabrik rokok merupakan warga Kabupaten Pekalongan yang bekerja di beberapa pabrik rokok di Kota Pekalongan dan sekitarnya.,” ungkapnya.
Selain menyalurkan BLT kepada para petani tembakau, dalam kesempatan itu, bupati juga menyerahkan bantuan berupa sebuah kursi roda kepada penyandang disabilitas yang sumber dananya dari APBD Kabupaten Pekalongan. (HS-08)