in

Waspadai Dampak Konflik Global, Anggota DPR Tonny Tesar Minta Imipas Perketat Seleksi WNA di Pintu Masuk

Tonny Tesar. (Foto : dok F Nasdem DPR RI)

 

HALO SEMARANG – Anggota Komisi XIII DPR RI Tonny Tesar mengingatkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), untuk memperketat proses seleksi terhadap warga negara asing (WNA) yang masuk ke Indonesia sebagai dampak dari gejolak geopolitik dunia.

Ia mengkhawatirkan adanya oknum yang memanfaatkan alasan konflik global, untuk masuk ke Indonesia dengan membawa motif kriminal, seperti penyelundupan narkoba atau kejahatan transnasional lainnya.

“Kita harus benar-benar mengantisipasi kedatangan WNA dengan baik. Jangan sampai karena Indonesia dianggap sebagai daerah aman, semua yang datang ke sini justru menjadi masalah di kemudian hari. Kita harus waspada, jangan sampai modus konflik global digunakan untuk memasukkan narkoba ke wilayah kita,” ujar Tonny, dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi XIII DPR RI dengan Menteri Imipas di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Politisi Fraksi Partai NasDem ini, juga menyoroti kerawanan yang terjadi di wilayah perbatasan, khususnya di Papua yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini.

Menurutnya, perlintasan yang mudah seringkali disalahgunakan untuk peredaran gelap narkotika.

Ia pun meminta agar gerbang-gerbang masuk Indonesia dijaga dengan fasilitas dan dukungan anggaran yang memadai guna mengantisipasi lonjakan imigran.

“Di perbatasan Papua, perlintasan sangat mudah tapi yang masuk justru narkoba. Hal ini tidak boleh terjadi lagi. Pintu gerbang Indonesia harus dijaga ketat, dan kami mendukung penguatan fasilitas serta dana untuk mengantisipasi potensi gangguan stabilitas keimigrasian akibat konflik global ini,” tegasnya.

Meski meminta pengetatan terjadi pada WNA, ia menekankan bahwa pemerintah harus memberikan kemudahan seluas-luasnya bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri untuk pulang ke tanah air jika terdampak konflik.

Selain itu, ia juga menitipkan pesan terkait pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Papua agar dilakukan secara lebih manusiawi untuk meredam keresahan warga binaan.

“Untuk WNI yang ingin balik karena situasi dunia, harus diberikan kesempatan seluas-luasnya. Namun, untuk pengawasan di pintu perbatasan dan pembinaan di Lapas seperti di Abepura, saya minta perhatian khusus dari Pak Menteri agar keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” kata dia. (HS-08)

 

 

Rapat Dengar Pendapat dengan Pemerintah, Anggota DPR Ini Sebut 25 Tahun Pelanggaran HAM Berat Tak Kunjung Tuntas, Data Itu-Itu Saja

31.856 Guru Madrasah di Jateng Terima TPG, Sinkronisasi Data Guru PPG 2025 Dikebut