in

Warga Kudus Merugi Miliaran usai Jadi Korban Gendam, Polda Jateng Turun Tangan

ilustrasi gendam.

HALO SEMARANG – Warga Kabupaten Kudus bernama Sarjono alami kerugian mencapai miliaran rupiah usai menjadi korban gendam. Polda Jateng kini telah turun tangan menangani kasus itu.

Dirreskrimum Polda Jateng, Kombes Dwi Subagio mengatakan, korban alami kerugian mencapai Rp. 2 miliar. Peristiwa itu bermula ketika gudang yang dijual korban diminati oleh para pelaku.

Kemudian pelaku yang berjumlah sekitar 3 sampai 5 orang ini mengajak korban bertemu di Hotel Grand Candi, Kota Semarang pada 27 Juli 2025 untuk negosiasi.

Sebelum bertemu di Semarang, korban diajak oleh tiga pelaku bertemu di sebuah tempat di wilayah Kabupaten Kudus. Pertemuan ini terjadi dua kali, tanggal 7 dan 9 Juli 2025.

“Kemudian korban diarahkan para pelaku untuk bertemu dengan bosnya di Grand Candi, di Kota Semarang,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).

Kepada para pelaku, korban menawarkan propertinya senilai Rp. 12 miliar. Kemudian, tiga pelaku menyuruh korban supaya menawarkan gudang tersebut ke pimpinannya sebesar Rp. 13 miliar.

“Alasannya yang Rp 1 miliar ini nantinya dibagi sendiri. Pelaku juga tidak curiga,” jelasnya.

Para pelaku ini sudah merencanakan aksinya juga sebelum korban menuju ke hotel di Kota Semarang. Ternyata mereka sudah membooking dua kamar di Hotel Grand Candi.

“Satu kamar untuk dua pelaku lain, dan satu kamar ini untuk pertemuan dengan korban. Di dalam kamar inilah korban mengalami kerugian uang Rp. 2 miliar,” bebernya.

Modus yang dilakukan para pelaku yakni mengalihkan korban dengan bermain judi kartu. Korban yang sudah merasa linglung, kemudian diminta menyerahkan uang ke korban.

“Korban dihipnotis, modusnya korban diajak main judi. Korban kalah, dan sampai terkumpul Rp 2 miliar,” terangnya.

Korban awalnya tidak membawa uang tunai. Kemudian diarahkan pelaku untuk mengambil uang di Anjungan Tunai Mandiri Bank BCA di Jalan Pemuda, Kota Semarang.

“Korban ini sama sopirnya, tapi sopirnya gak berani nanya-nanya sama bosnya, mikirnya sedang ada pertemuan dengan relasinya. Sopir ini cuma ngikutin perintah bosnya. Setelah itu korban menyerahkan uang tunai Rp 1,2 miliar,” tuturnya.

Setelah itu, korban pulang ke Kudus bersama sopirnya. Esoknya, korban dihubungi pelaku dan diminta kembali menyerahkan uang kekurangan kekalahan permainan judi tersebut.

“Korban ini kembali ke Kota Semarang. Kemudian di perjalanan dihubungi pelaku dan diminta menyerahkan uang Rp. 800 juta itu. Uang itu dikirim melalui SMS banking yang dikirimi pelaku,” jelasnya.

Korban kemudian diminta untuk bertemu dengan para pelaku lagi. Namun, perintah itu palsu dan korban seakan dipermainkan.

“Korban disuruh kesana-kesini, misalkan lagi ke Simpanglima, namun tidak ada. Hanya diputar-putar saja. Kemudian korban kembali ke hotel dan menanyakan ke pihak hotel, disampaikan bahwa yang menginap di kamar tersebut sudah keluar (check out) hari sebelumnya,” bebernya.

Korban sempat menghubungi nomor handphone pelaku berulang kali. Namun tidak tersambung sama sekali alias sudah tidak bisa dihubungi. Sesaat kemudian setelah itu, korban baru menyadari telah menjadi korban penipuan.

“Akhirnya korban sadar telah ditipu. Jadi hari pertama ini korban juga tidak menyadari juga, sudah pulang rumah. Tapi masih linglung. Korban ini juga sedang ada masalah sama keluarganya,” terangnya.

Selanjutnya, kejadian ini dilaporkan ke Polda Jateng. Hingga akhirnya, kepolisian mengendus keberadaan pelaku. Menurut keterangan korban, pelaku ini berjumlah lima orang.

“Tiga orang ini yang pertama bertemu dengan korban, yang dua ini yang merencanakan sudah berada di hotel,” katanya.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, tiga orang berhasil diringkus. Dua orang lainnya masih dalam penyelidikan dan pengejaran. Sekarang ini, kasus tersebut masih dalam pengembangan lebih lanjut.

“Keterangan korban, pelaku lima orang, ada satu perempuan warga Indonesia, tapi keturunan China. Ini kami masih berproses, masih mengejar beberapa orang. Sementara kami masih mengamankan tiga orang tersangka,” pungkasnya. (HS-06)

Efisiensi Bongkar Muat Barang, Pelabuhan Batang Siap Beroperasi

Industri Hijau di Jateng Terus Tumbuh