HALO SEMARANG – KAI Daop 4 Semarang masih memberlakukan pembatasan kecepatan perjalanan kereta api yang melintasi jalur hulu pada petak jalan Pekalongan – Sragi pada Selasa (20/1) imbas tergenang banjir yang terjadi sejak Sabtu (18/1/2026). Pembatasan kecepatan kereta api tersebut demi keamanan penumpang.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif mengatakan, terkait penerapan hal itu, bahwa kecepatan kereta api dari pukul 10.00 WIB telah ditingkatkan menjadi 40 km/jam, sedangkan jalur hilir kecepatan 30 km/jam. Kebijakan tersebut diterapkan karena pada jalur hilir masih dilakukan pemantauan dan penanganan lanjutan guna memastikan stabilitas prasarana tetap terjaga.
“Peningkatan ini dilakukan setelah dilaksanakan berbagai upaya penanganan serta pemeriksaan prasarana pada lokasi yang sebelumnya terdampak genangan air. Peningkatan kecepatan tersebut merupakan bagian dari proses pemulihan operasional yang dilakukan secara bertahap, sekaligus menunjukkan progres positif dari upaya normalisasi prasarana yang terus dilakukan para petugas secara intensif,” jelasnya.
“Meski peningkatan kecepatan masih dilakukan secara terbatas, hal ini menjadi indikator bahwa kondisi jalur terus menunjukkan perkembangan ke arah yang lebih stabil, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan perjalanan kereta api,” sambung Luqman.
Luqman melanjutkan, untuk perjalanan kereta api keberangkatan awal Daop 4 Semarang sudah normal kembali, tidak ada pembatalan perjalanan maupun kelambatan tinggi pada Selasa (20/1).
“Kami memohon maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanannya. Para petugas masih terus berupaya melakukan normalisasi jalur KA di Pekalongan-Sragi. Kami berharap jalur dapat dilakukan normalisasi secepatnya sehingga perjalanan KA menjadi normal seperti sedia kala,” pungkas Luqman.
Sedangkan untuk kereta api yang melintas di Daop 4 Semarang, masih ada dua pembatalan KA, yaitu :
1. KA 7004 Sembrani Tambahan relasi Gambir – Surabaya Pasarturi.
2. KA 2B Argo Bromo Anggrek relasi Gambir – Surabaya Pasarturi. (HS-06)