in

Ujian Naik Pangkat, Personel Polres Pekalongan Ikuti Tes Beladiri Polri

Ujian bela diri Polri diikuti Personel Polres Pekalongan di lapangan Alun-alun Kajen. (Foto : Humas.polri.go.id)

 

HALO PEKALONGAN – Puluhan personel Polres Pekalongan peserta ujian kenaikan pangkat (UKP), mengikuti tes beladiri Polri, di lapangan Alun-alun Kajen.

Tes beladiri Polri ini merupakan syarat wajib bagi anggota Polri, yang akan melaksanakan kenaikan pangkat.

Kabag SDM Polres Pekalongan Kompol Guntur Tri harjani, mengatakan ujian beladiri Polri kali ini diikuti seluruh personel yang akan UKP periode 1 Januari 2024.

“Ujian bela diri Polri merupakan syarat mutlak yang harus diikuti anggota bhayangkara yang akan mengusulkan kenaikan pangkat (UKP) periode 1 Januari 2024,” kata dia, seperti dirilis humas.polri.go.id.

Menurutnya, setiap anggota Polri harus menguasai bela diri, dalam menunjang tugas mereka sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Ujian bela diri Polri tersebut tidak hanya untuk persyaratan kenaikan pangkat saja tetapi sangat bermanfaat dan berguna dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” imbuh Kompol Guntur.

Terpantau, semua peserta nampak bersemangat mengikuti ujian tersebut.

Tes diawali dengan pemanasan, yang kemudian dilanjutkan dengan  peragaan gerakan dasar, teknik beladiri tanpa alat dan teknik beladiri alat melawan alat oleh masing-masing peserta ujian.

Sementara itu, pelaksanaan tes beladiri Polri dilakukan selama 2 hari, mulai 21 hingga 22 September 2023.

Latihan

Untuk diketahui, Polres Pekalongan, Maret 2023 lalu juga menggelar latihan berkala beladiri Polri, bagi seluruh personelnya, di lapangan Alun-alun Kajen.

Kegiatan dalam rangka meningkatkan ketrampilan serta mengasah kemampuan beladiri anggota itu, dilaksanakan 7, 8 dan 9 Maret 2023, diikuti oleh seluruh personel, terutama yang akan melaksanakan ujian kenaikan pangkat (UKP).

Kabag SDM Kompol Guntur Tri Harjani, mewakili Kapolres Pekalongan, AKBP Arief Fajar Satria, mengatakan latihan beladiri ini untuk meningkatkan dan mengasah kemampuan anggota Polri, guna menunjang tugas dalam memberikan pelayanan, memberikan perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

“Semua anggota ikut dalam latihan beladiri, terlebih untuk yang akan melaksanakan UKP periode 1 Juli 2023,” kata dia, seperti dirilis humas.polri.go.id.

Ia mengungkapkan latihan bela diri ini dilakukan secara periodik setiap semester.

“Latihan ini rutin kita laksanakan tiap semester. Selain meningkatkan kemampuan individu personel Polri, juga sebagai syarat bagi personel yang akan melaksanakan UKP periode 1 Januari 2023,” kata dia, Kamis (9/3/2023).

 

Menurutnya, beladiri Polri adalah kemampuan anggota Polri dalam mempertahankan diri atau melindungi orang lain, dari serangan lawan menggunakan teknik-teknik menghindar, menangkis, bahkan jika diperlukan dapat melakukan serangan balik dengan tangan kosong ataupun alat, guna memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, latihan beladiri meliputi teknik dasar beladiri Polri, pukulan, tangkisan, jatuhan, dan dasar membawa tahanan.

“Untuk teknik beladiri tanpa alat, kita latihkan bagaimana cara melepaskan pegangan tangan, melepaskan cekikan, melepaskan sekapan, dan menghindari pegangan,” kata dia.

Sementara untuk teknik beladiri dengan alat, dilatihkan penggunaan tongkat sebagai alat menghadapi tusukan pisau dan menghadapi bacokan celurit kearah kepala.

Peserta juga mendapat latihan menggunakan borgol, sebagai alat menghadapi pukulan tongkat ke arah kepala.

Guntur berharap dengan dilaksanakannya pelatihan ini, personel mampu dan sigap serta meningkatkan kepercayaan diri ketika harus berhadapan dengan para pelaku tindak kejahatan maupun pengganggu Kamtibmas di wilayah hukum Polres Pekalongan. (HS-08)

Nonton Wayang Bareng, Ganjar Ajak Warga Jakarta Jaga Kerukunan

Kompetensi Polisi di Grobogan dalam Layani Anak yang Berhadapan dengan Hukum Ditingkatkan