in

UIN Surakarta, PTKIN Pertama Terregister dalam SRN Pengendalian Perubahan Iklim

Penanaman pohon Nyamplung di UIN Surakarta. (Foto : kemenag.go.id)

 

HALO SURAKARTA – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta, menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) pertama, yang terdaftar dalam Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI).

Hal ini disampaikan Rektor UIN Raden Mas Said Surakarta, Prof Toto Suharto, di Surakarta, Sabtu (28/3/2026).

SRN PPI dirilis oleh Kementerian Lingkungan Hidup / Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pada Agustus 2025.

Sistem ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pencatatan aksi iklim, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendukung implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

Menurut Toto Suharto, program Glokalisasi yang dicanangkan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta dalam beberapa tahun terakhir, memang menyasar pada aktivitas pencapaian SDG’s dengan 17 indikator.

UIN Raden Mas Said Surakarta konsen pada capaian SDG’S, khususnya indikator ketiga belas, yang terkait dengan Aksi Iklim. UIN Surakarta berusaha berpartisipasi dalam melalui penguatan Ekoteologi.

“Pada 23 Oktober 2025, Kampus Unggul ini beserta civitas academica meresmikan Laboratorium Alam Sains dan Teknologi di Kampus Pakis, yang ditandai dengan penanaman 50 pohon nyamplung,” kata Prof Toto, seperti dirilis kemenag.go.id.

Pohon dan buah pohon nyamplung (Calophyllum inophyllum) ini, ditengarai memiliki banyak manfaat, bukan hanya untuk kebutuhan penyediaan oksigen saja, akan tetapi juga bisa digunakan untuk kebutuhan industri, baik kecantikan maupun industri lainnya.

Aksi Iklim ini dilakukan kekerja sama dengan PT Pandu Wijaya Negara, yang menyediakan ribuan bibit pohon nyamplung.

Penanaman pohon ini didaftarkan dalam SRN PPI milik Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

Dengan ini, lanjut Toto, UIN Raden Mas Said Surakarta merupakan PTKIN pertama yang aktivitas ekoteologisnya berusaha untuk mengurangi emisi karbon melalui penanaman pohon nyamplung, mendukung program kampus hijau (green campus) di UIN Raden Mas Said Surakarta, meningkatkan kualitas lingkungan kampus melalui penghijauan, serta memberikan edukasi mitigasi perubahan iklim kepada sivitas academica. Registrasi dalam aplikasi SRN PPI ini terdaftar dengan nomor REG-11-PR-II-2026-4036.

Toto Suharto menapresiasi kerja kolaboratif civitas academica untuk mencapai Program Penguatan Ekoteologi Kementerian Agama ini.

Ke depan, rintisan Laboratorium Alam dapat terus dikembangkan dan dikuatkan melalui program-program lingkungan yang mendukung penanganan perubahan iklim.

“Pohon Nyamplung ini mohon bisa dirawat agar bisa tumbuh-kembang, bahkan bisa dibuat lebih banyak lagi, utamanya untuk dapat menghitung potensi serapan karbon bagi sivitas. Apalagi UIN Surakarta saat ini sudah mempunyai Program Studi Ilmu Lingkungan,” kata dia.

Sebagai informasi, upaya UIN Raden Mas Said Surakarta sebagai PTKIN pertama yang terregister dalam SRN PPI juga akan memperkuat pemeringkatan di UI GreenMetric. Saat ini, UIN Surakarta sudah masuk dalam 16 besar PTKIN.

UI Green Metric Sustainable University Rankings merupakan inisiatif global yang didedikasikan untuk menilai dan mempromosikan keberlanjutan lingkungan di lembaga pendidikan tinggi, yang pada 2026 ini sudah meliputi 1.745 institusi dengan 105 negara di dunia. (HS-08)

 

 

Masjid Al-Kulliyyah Merak Jadi Titik Singgah Favorit Pemudik saat Arus Balik

Anggota DPR Desak Komnas HAM Harus Segera Simpulkan Kasus Penyiraman  Air Keras pada Aktivis KontraS Andrie Yunus