in

Tujukkan Kontribusi Nyata, Peternak Itik Petelur di Kendal Berikan Dukungan Ketahanan Pangan

Peternakan itik petelur di Dukuh Larangan, Desa Sendangsikucing, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal.

HALO KENDAL – Peternakan rakyat turut memberikan dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat kemandirian pangan nasional. Hal itu dibuktikan oleh peternak itik petelur di Dukuh Larangan, Desa Sendangsikucing, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal.

Peternakan itik petelur yang dikelola Suwandi secara mandiri terus menunjukkan kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan, sekaligus menopang perekonomian keluarga. Bahkan secara konsisten mengembangkan usaha peternakannya.

Usaha tersebut tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga berperan menyediakan sumber protein hewani bagi masyarakat sekitar. Suwandi mengelola peternakan itik petelur dengan pendekatan yang disiplin dan berkelanjutan.

Dirinya memfokuskan pengelolaan pada kualitas lingkungan kandang dan pemenuhan pakan agar produktivitas tetap terjaga, terutama karena lokasi peternakan berada di kawasan pesisir yang rawan perubahan cuaca ekstrem.

“Setiap hari saya harus pastikan kondisi kandang tetap kering dan pakan tercukupi supaya produksi telur tetap stabil di angka 80 persen,” ungkap Pak Suwandi, Selasa (13/1/2026).

Meski menjalankan usaha dengan penuh komitmen, ia mengakui peternakan skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih menghadapi berbagai kendala. Terutama terkait persoalan permodalan dan keterbatasan akses pasar menjadi kendala utama dalam pengembangan usaha.

“Kalau untuk semangat, kami selaku pelaku usaha peternak di sini luar biasa. Tapi jujur saja, kendala utama kami ada di modal usaha. Harga pakan sering naik, sementara modal kami terbatas untuk pengembangan. Selain itu, jangkauan pasar kami masih sempit, seringkali hanya berputar di pengepul kecil sehingga harga di tingkat peternak sulit bersaing,” beber Suwandi.

Pihaknya berharap, pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih kepada peternak kecil.

Suwandi menilai dukungan tersebut penting agar peternak rakyat mampu bertahan dan berkembang di tengah fluktuasi harga pakan dan persaingan pasar. Ia juga berharap adanya pendampingan teknis serta pembukaan akses pasar yang lebih luas.

“Apabila hasil produksi telur dari Desa Sendangsikucing dapat langsung masuk ke pasar ritel yang lebih besar tanpa melalui rantai tengkulak yang panjang, kesejahteraan peternak akan meningkat dan ketahanan pangan daerah semakin kuat,” tandasnya.

Sementara Ketua DPD Seknas Gerakan Nasional Tani (Genta) Pangan Mandiri Kabupaten Kendal, Dian Wisnu mengatakan, pihaknya berkomitmen penuh untuk membersamai Suwandi dan para peternak lainnya. Menurutnya, hal itu sesuai dengan visi misi Genta Pangan Mandiri Kendal.

“Kami akan mengupayakan solusi konkret, baik itu melalui akses permodalan maupun membuka jejaring pasar yang lebih luas. Kami juga ingin memastikan tidak ada lagi peternak yang berjalan sendirian. Jadi kami hadir untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang mandiri dari hulu hingga ke hilir,” ujarnya.

Dengan adanya kolaborasi antara peternak lokal dan lembaga seperti Genta Pangan Mandiri, diharapkan kendala yang dialami UMKM peternakan di Kendal dapat segera teratasi, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah maupun nasional. (HS-06)

Pengurus KONI Kendal Siap Hadapi Para Advokat BLC

Dukung Pendidikan, Bank Jateng Beri Beasiswa Bagi Pelajar Kudus