HALO JEPARA – Bupati Jepara Witiarso Utomo menargetkan pembukaan jalan baru, untuk mengganti jalur yang longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, akan terealisasi dalam empat pekan ke depan.
Hal itu disampaikan Bupati Jepara Witiarso Utomo, ketika meninjau lokasi longsor, baru-baru ini.
Selain pembersihan material longsoran, Pemkab Jepara juga fokus merampungkan pembukaan jalur baru, menuju kawasan desa wisata yang berada di Pegunungan Muria tersebut.
Berdasar data BPBD Kabupaten Jepara, sejak awal Maret lalu hingga sekarang sudah terjadi lima kali longsor di Desa Tempur.
Dari jumlah itu, dua peristiwa longsor terjadi pada Jumat dan Sabtu (27 – 28 Maret) pekan ini.
Lokasi longsor juga di kawasan yang sama. Sehingga badan jalan yang sebelumnya sudah dibersihkan kembali tertimbun material longsoran.
Akses penghubung Dukuh Duplak dengan kawasan di bawahnya atau sebaliknya juga tak bisa dilalui kendaraan lagi.
Bupati Witiarso, seperti dirilis jepara.go.id juga mengatakan, selain membersihkan material longsoran yang menutup badan jalan, pihaknya juga fokus pembukaan jalur baru menuju Desa Tempur. Jalur yang sedang digarap dari arah Sumanding menuju Tempur atau sebaliknya.
Panjang jalur baru itu sekitar 6 kilometer. Saat ini, pembukaan jalur baru itu sudah hampir 5 kilometer. Ditargetkan empat pekan lagi, pembukaan jalur baru itu sudah rampung.
“Saat ini progresnya sekitar 80 persen. Empat pekan lagi atau sebulanan sudah clear,” ujarnya, didampingi Kepala BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto.
Rencananya, badan jalan jalur baru itu akan dilakukan pengerasan oleh DPUPR Kabupaten Jepara. Selain itu juga dilakukan penataan saluran air di kawasan jalur baru Sumanding – Tempur atau sebaliknya.
“Nanti dianggarkan di APBD Perubahan tahun ini,” kata dia. (HS-08).


