in

Tinjau Evakuasi Korban Bangunan Ponpes Ambruk, Kapolda Jatim Sebut Penyelidikan setelah Operasi Kemanusiaan

 

\HALO SEMARANG – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tetap akan menyelidiki penyebab runtuhnya bangunan mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, 29 September 2025 lalu.

Polisi juga melibatkan ahli konstruksi, untuk menelisik dugaan adanya kelalaian konstruksi.

Namun demikian penyelidikan baru akan dilakukan, setelah operasi kemanusiaan untuk mencari dan mengidentifikasi seluruh korban dapat selesai.

Hal itu disampaikan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol  Nanang Avianto, dalam kunjungannya ke lokasi, bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, Jumat (3/10/2025).

“Indikasi awal penyebab runtuh nanti akan dijelaskan oleh tenaga ahli agar valid secara ilmiah. Jadi, sabar dulu, kita selesaikan evakuasi korban,” kata Kapolda Jatim, seperti dirilis tribratanews.jatim.polri.go.id.

Dalam keterangannya, Kapolda Jatim juga menyebutkan bahwa hingga kemarin di posko Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Surabaya, sudah ada Lima jenazah yang berhasil diidentifikasi.

Namun, proses pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan identitas korban.

“Sudah ada lima jenazah yang dilaksanakan identifikasi, tinggal menunggu hasilnya supaya jelas identitasnya,” ujar Irjen Pol Nanang.

Kapolda Jatim menegaskan, proses pencarian dilakukan tanpa henti selama 24 jam dengan dukungan penuh personel, peralatan, hingga tenaga ahli konstruksi.

“Kami bagi dalam tiga klaster, yakni santri, pengurus pesantren, serta pegawai yang terlibat dalam renovasi pembangunan gedung. Dari data awal, ada 58 orang yang belum diketahui keberadaannya. Tadi lima di antaranya sudah ditemukan,” jelas Irjen Nanang.

Untuk memastikan keamanan, Polda Jatim juga melibatkan ahli konstruksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) serta Kementerian PUPR.

Hal ini diperlukan agar evakuasi dilakukan secara hati-hati, mengingat kondisi bangunan yang rawan runtuh.

“Pemindahan puing tidak bisa sembarangan, karena ada jenazah yang sudah kami profiling di dalamnya,” tambah Irjen Pol Nanang.

Kapolda Jatim menjelaskan bahwa saat ini fokus utama adalah pencarian korban dan penanganan kemanusiaan, bukan pada aspek hukum.

“Dari waktu kejadian hingga sekarang memang sudah melewati fase golden time, namun kami tetap melanjutkan evakuasi hingga semua korban ditemukan,”ujar Kapolda Jatim.

Saat ini, Polda Jatim telah menyiapkan posko data identitas korban untuk memudahkan proses pendataan, baik yang sudah kembali, diamankan di lokasi, maupun yang masih dalam pencarian.

Proses evakuasi pun terus berlangsung dengan mengedepankan koordinasi pihak yang terlibat dalam penanganan. (HS-08)

Waka DPR Tekankan Negara Harus Hadir Awasi Pembangunan Pesantren

Dorong Pendidikan Hindu, Legislator Komisi VIII Minta STAHN Pukuhuran Segera Jadi Universitas