HALO SEMARANG – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Kelompok 20 melaksanakan kegiatan penanaman 100 pohon di Desa Trengguli, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Senin (14/8/2023).
Penanaman pohon itu dilakukan untuk mencegah terjadinya tanah longsor.
Immanuel Satrio Putro Sulistyoaji, penanggung jawab kegiatan, menuturkan Desa Trengguli yang berada di kaki Gunung Lawu menjadi daerah berpotensi rawan bencana tanah longsor.
Salah satu faktor yang mendukung terjadinya bencana tanah longsor adalah erosi tanah akibat aliran air.
’’Air yang menggerus lereng-lereng gunung mengakibatkan lerengnya menjadi semakin curam dan memicu terjadinya longsor. Lahan yang gundul akan lebih mudah terkikis karena tidak ada akar yang menahan stuktur tanah,’’ kata Satrio, Rabu (16/8/2023).
Sementara itu, Tasya Alecia Simbolon, salah satu mahasiswa KKN menambahkan, program kerja Tim KKN UNS yang bertajuk Penanaman dan Penghijauan Kembali dalam Usaha Pencegahan Bencana Tanah Longsor di Desa Trengguli, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar dimaksudkan untuk tanggap bencana tanah longsor.
Menurut Tasya, program kerja ini dilaksanakan dengan melakukan penanaman 100 bibit pohon pada titik koordinat rawan bencana Desa Trengguli, yakni di Dusun Sekarang dan Dusun Girimulyo.
’’Dua jenis bibit pohon yang ditanam adalah 50 bibit mete dan 50 bibit pete dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Solo. Pemilihan kedua bibit tanaman itu bertujuan untuk memperkuat struktur tanah yang rawan longsor,’’ jelas Tasya, mahasiswa semester VII Fakultas Hukum (FH) UNS.
Immanuel Satrio mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah membantu menyukseskan program kerja ini, yakni Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Solo yang telah memberikan bantuan berupa 100 bibit tanaman secara gratis dan Kepala Desa Trengguli beserta jajarannya yang mendukung program kerja ini dapat terlaksana dengan baik.(HS)