HALO SEMARANG – Tidur nyenyak menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kebugaran tubuh.
Tidur nyenyak memberikan manfaat terbaik untuk kesehatan fisik, mental, dan emosional.
Namun apa akibatnya, jika berbagai sebab kita mengalami kurang tidur ?
Kementerian Kesehatan melalui laman labkesmas-baturaja.go.id, mengungkapkan kurang tidur satu hingga dua jam saja, bisa memengaruhi suasana hati dan kesehatan fisik kita.
Biasanya, orang yang kurang tidur bisa mengalami gejala berikut:
- Sulit konsentrasi
- Pikun
- Kehilangan motivasi
- Temperamen
- Mengantuk sepanjang hari.
Dalam jangka panjang, kurang tidur bisa memicu penyakit kronis seperti diabetes, gangguan jantung, tekanan darah tinggi, dan obesitas.
Bahkan, kurang tidur bisa memicu depresi dan penurunan sistem imun. Beberapa riset menunjukkan bahwa pola tidur kita berpengaruh pada kadar gula darah, hormon yang mengontrol nafsu makan, bahkan persepsi otak akan makanan berkalori tinggi.
Sebuah penelitian berskala kecil, yang dimuat dalam jurnal The Annals of Internal Medicine menambahkan bukti, terutama pada level seluler.
Kurang tidur ternyata mengurangi kemampuan sel lemak untuk merespon insulin, hormon yang mengatur metabolisme dan berperan besar pada diabetes.
Dalam penelitian para partisipan diminta tidur 8 malam di laboratorium tidur. Selama 4 malam pertama mereka tidur dengan jam normal, lalu 4 malam berikutnya jam tidur mereka hanya dibatasi 4,5 jam.
Ternyata, setelah 4 malam kurang tidur, sensitivitas insulin para responden turun 16 persen.
Lebih lanjut, sensitivitas insulin sel lemak turun sampai 30 persen pada level yang biasa dialami oleh orang obesitas atau diabetes.
“Sel lemak memerlukan tidur, dan jika jam tidur kekurangan secara metabolik mereka akan terganggu,” kata Matthew Brady, peneliti senior.
Bila resitensi insulin yang tadinya sementara ini menjadi sering terjadi, maka kelebihan gula darah dan kolesterol akan berakumulasi di aliran darah sehingga memicu diabetes dan penyakit jantung. (HS-08)


