HALO SEMARANG – Perumda Air Minum PDAM Tirta Moedal Kota Semarang terus mendorong pelaku usaha untuk beralih menggunakan air perpipaan PDAM. Langkah ini dinilai krusial guna menekan dampak lingkungan, khususnya penurunan muka tanah (land subsidence) yang kian mengkhawatirkan di Kota Semarang.
Salah satu contoh konkret penerapan kebijakan ramah lingkungan tersebut terlihat di kawasan pengembangan Pearl of Java City (POJ City). Kawasan premium ini sepenuhnya memenuhi kebutuhan air bersihnya dari PDAM dan tidak lagi menggunakan air tanah.
Direktur Utama PDAM Tirta Moedal, Ady Setiawan, mengatakan POJ City merupakan salah satu pelanggan premium yang menjadi role model bagi kawasan komersial dan hunian lainnya di Semarang. Kunjungan manajemen PDAM ke POJ City, Senin (16/2/2026), sekaligus menjadi bentuk apresiasi menjelang Tahun Baru Imlek.
“POJ City adalah pelanggan premium kami. Kunjungan ini sebagai bentuk apresiasi dan harapan agar kerja sama ini terus berlanjut. Kami berharap kawasan ini berkembang dengan fasilitas komersial dan hunian yang diminati, sekaligus mendukung kelestarian lingkungan,” ujar Ady.
Saat ini, PDAM Tirta Moedal menyuplai kebutuhan air bersih POJ City sekitar 8.000 meter kubik per bulan. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan pesatnya pengembangan kawasan.
“POJ City sudah sepenuhnya bebas dari penggunaan air tanah. Semua menggunakan air baku dari PDAM. Konsep seperti inilah yang kami harapkan bisa ditiru oleh kawasan lain dan masyarakat secara luas,” tambah Ady yang akrab disapa Mas Wawan.
Menurutnya, penggunaan air PDAM tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga berdampak positif terhadap kesehatan masyarakat.
“Eksploitasi air tanah bisa memicu kerusakan lingkungan. Dengan beralih ke air PDAM, risiko tersebut bisa ditekan sehingga lingkungan tetap nyaman dan berkelanjutan,” jelasnya.
Hingga awal 2026, PDAM Tirta Moedal tercatat telah melayani sekitar 4.000 pelanggan premium. Pelanggan tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari pelaku usaha dan niaga, industri, hotel, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga fasilitas publik lainnya.
Sementara itu, General Manager Project POJ City, Jatmiko Arif, mengungkapkan bahwa pengembangan kawasan POJ City saat ini baru mencapai sekitar 30 persen dari total luas kurang lebih 300 hektare.
“Beberapa tenant yang sudah kami suplai air bersih PDAM di antaranya Binus, Awann Costa, dan lainnya. Seiring pengembangan kawasan, kebutuhan air bersih tentu akan meningkat signifikan,” ujarnya.
Menurut Jatmiko, sekitar 70 persen lahan POJ City masih akan dikembangkan dalam kurun waktu 10 tahun ke depan. Ia optimistis kawasan tersebut akan semakin diminati investor.
“Rencananya pada Mei 2026, 23 Mall Semarang akan mulai beroperasi. Kawasan ini memiliki nilai investasi tinggi dengan akses yang sangat strategis, terintegrasi dengan jalan-jalan utama dan dekat dengan Bandara Internasional Ahmad Yani. Ke depan juga akan dikembangkan hunian, fasilitas pendidikan, dan pusat komersial lainnya,” pungkasnya.(HS)


