in

Tari Saman Aceh Meriahkan Puncak Hari Jadi Rembang

Puluhan siswi dari MAN 2 Rembang, yang membawakan Tari Saman dari Aceh dalam acara puncak peringatan Hari Jadi Ke-283 Kabupaten Rembang, di Alun-alun tahun ini. (Foto : rembangkab.go.id)

 

HALO REMBANG – Ada yang berbeda dengan puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Rembang tahun ini.

Seusai upacara yang dilaksanakan dengan bahasa Jawa Krama, tampil puluhan siswi dari MAN 2 Rembang, yang membawakan Tari Saman dari Aceh.

Penampilan tari yang jarang dilihat di Kota Garam tersebut, langsung menarik perhatian para tamu undangan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Mutaqin menyatakan bahwa tema peringatan tahun ini adalah Gemilang Menuju Indonesia Emas.

“Dalam rangka hari jadi di 2024 ini kita mengusung tema Gemilang Menuju Indonesia Emas,” kata Mutaqin, seperti dirilis rembangkab.go.id.

Berangkat dari tema itu, pada perayaan Hari Jadi tahun ini tidak hanya menampilkan kesenian dari Rembang, melainkan juga kesenian dari daerah lain di Indonesia.

“Ternyata Tari Saman tadi sangat memukau para undangan dan peserta upacara,” ungkapnya.

Tahun depan, Mutaqin menyebut sangat memungkinkan untuk menampilkan kesenian budaya daerah lain juga. Tentunya kesenian khas Rembang tetap menjadi yang utama.

“Kita tunjukkan bahwa Rembang juga bisa menghargai khasanah budaya nusantara yang kaya raya. Nanti kita tetap tampilkan seni budaya dari daerah lain juga,” imbuhnya.

Rochilah Lafifauz, siswi MAN 2 Rembang yang ikut tampil menari Tari Saman, mengaku langsung mengajukan diri, ketika ada tawaran dari sekolah.

Meskipun dia bersama teman-temannya sudah pernah tampil di gelar karya P5 di sekolah, dirinya sempat deg-degan saat akan tampil.

“Seneng, seneng banget dan rasanya beda. Di sini tamu-tamunya banyak. Sempet deg-degan tapi ya setelah gerakan jadi rileks,” tandasnya.

Tari Orek-orek

Sementara itu seusai upacara peringatan Hari Jadi Ke-283 Kabupaten Rembang di Alun-alun, 1.000 penari beraksi.

Mereka terdiri atas kepala sekolah dan guru PAUD, SD, serta SMP sederajat, yang menari Orek-orek, tarian khas Kota Rembang.

Tari Orek-orek merupakan kesenian tradisional Kabupaten Rembang, yang biasanya dipentaskan pada acara penting di masyarakat atau pemerintahan, seperti sedekah laut, hajatan, dan penyambutan tamu-tamu agung.

Para penari kompak mengenakan kebaya putih dengan bawahan batik tulis Lasem. Penampilan mereka membuat kagum para tamu undangan dan penonton di pinggir alun-alun.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengaku terhibur dengan penampilan ribuan tenaga pendidik itu.

Dia menyebut pasti ada jerih payah mereka dalam latihan untuk mempersiapkan diri saat tampil di hari H ini.

“Sangat baik penampilan mereka. Itu menunjukkan kebersamaan dan kekompakan,” tutur Bupati usai foto bersama dengan sebagian penari.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Kaliori, Sukantiningsih, mengaku senang bisa ikut berpartisipasi dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Rembang. Ternyata, sejak kecil ia sudah sering menari.

“Sejak kecil sudah sering ikut pentas tari. Kemarin latihan kita cuma tiga kali di SMPN 2 Rembang dengan teman-teman, kita antusias sekali,” tandasnya. (HS-08)

Kepemimpinan Puan Maharani pada Sidang IPPP Dapat Pujian

Berkompetisi Raih Kuota Beasiswa 2024, 1.846 Santri Ikuti Seleksi Wawancara