in

Tahun 2025, Kota Semarang Bakal Miliki Jalur Khusus BRT Trans Semarang

Sebuah Armada BRT Trans Semarang saat melintas di Kawasan Tugumuda, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Kota Semarang bakal memiliki BRT Dedicated Line atau jalur khusus BRT Trans Semarang pada tahun 2025. Jalur tersebut sepanjang kurang lebih 17,4 kilometer dengan halte sebanyak 35 buah.

Kepala Bappeda Kota Semarang, Budi Prakosa menjelaskan, jalur khusus BRR Trans Semarang ini rencananya akan dilayani sebanyak 480 unit armada bus. Budi mengaku, bahwa saat ini masih proses loan atau pinjaman dari lembaga donor untuk bisa disetujui Bappenas.

“Kalau proses itu sudah selesai, tahun 2025 memasuki tahap persiapan semuanya,’’ terangnya, Senin (8/1/2024).

Terkait detail proyek tersebut menurutnya masih menunggu studi kelayakan. Dari hasil studi itu, harapannya pembangunan jalur nantinya bisa optimal.

‘’Sebelum ini kita melakukan studi kelayakan, sehingga pilihan-pilihannya paling optimal untuk peningkatan pelayanan masyarakat Kota Semarang,’’ imbuhnya.

Untuk tahap awal, kata dia, jalur yang dibangun dari Banjir Kanal Timur sampai Jalan Hanoman. Itu merupakan jalur khusus sebagai backbone. Ke depannya jalur tersebut disesuaikan dengan pengaturan rute kembali Bus Trans Semarang.

‘’Nanti disesuaikan rerouting, jalur-jalur semua ditegaskan. Nunggu kepastian pinjaman, timeline 2025, tunggu detailnya, tunggu kajian-kajian kelayakan,’’ katanya.

Menurutnya jalur-jalur yang lama sudah bagus. Tetapi dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan, perlu pembangunan jalur khusus tersebut agar kinerja pelayanan lebih efektif dan efisien.

‘’Sekarang sudah bagus, nanti ditingkatkan lebih bagus lagi,’’ujarnya.

Sebagaimana telah diberitakan, sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang tertinggi emisi karbon dan menjadi fokus utama dalam komitmen tersebut antara Pemerintah Indonesia dan Jerman.

KfW Development Bank Germany telah menyatakan minatnya memberi pinjaman ke Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk proyek BRT Semarang Raya dan BRT Surabaya dengan memberi dukungan berupa dokumen pra studi kelayakan.

Nantinya, direncanakan armada BRT tersebut akan menggunakan bus listrik besar dan bus listrik menengah besar yang akan melayani 35 trayek di Semarang dan 94 trayek di Surabaya.

Sementara, Head of Division to The Urban Development and Mobility for Asia, Mr Dr Wolfram Erhardt saat kunjungan di Semarang beberapa waktu lalu mengungkapkan, bahwa KFW Development Bank dari Jerman telah menyiapkan pinjaman yakni sebesar 150 juta euro atau sekitar Rp 2,3 triliun. (HS-06)

 

Laga Final Liga 3 Jateng Persip vs Persibangga Digelar di Jatidiri

Tinjau Pasar Tradisional di Wilayah Pinggiran, Mbak Ita Ingin Pastikan Tak Ada Gejolak Harga Pangan