HALO SEMARANG – Setelah anak muda kader Tunas Indonesia Raya (Tidar), kini giliran dari sayap partai Gerindra, yakni para kader Perempuan Indonesia Raya (Pira) pun ikut mendaftarkan diri sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) dari Partai Gerindra lewat keterwakilan perempuan.
Sedikitnya ada lima perempuan yang berpartisipasi ingin menjadi anggota dewan pada Pemilu 2024 mendatang. Adapun bacaleg dari Partai Gerindra yang berasal dari Pira dan mendaftarkan diri adalah Dyah Tunjung Pudyawati, Sri Suharti, Diah Arisandi, Fitri Astuti Lestari, dan Desyta Istiani.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra, Joko Santoso mengatakan, pihaknya menyambut baik banyaknya kader Gerindra terutama para perempuan untuk ikut menyuarakan keterwakilan perempuan. Menurut Undang-undang, kuota untuk keterwakilan perempuan sebesar 30 persen.
“Harapannya sebelum ditutup pendaftaran bacaleg pada 21 Maret 2023 mendatang, Gerindra dapat melebihi kuota keterwakilan perempuan,” terang Joko Santoso usai menerima pendaftaran Bacaleg dari kader Pira, di kantor DPC Partai Gerindra, Jalan Muwardi Raya, Kalicari, Pedurungan, Kota Semarang, Rabu (15/3/2023).
Joko menambahkan, setelah anak muda kader Partai Gerindara yang bersemangat mendaftarkan diri, selanjutnya giliran ibu-ibu yang juga ingin menjadi anggota dewan dengan kuota keterwakilan perempuan. Dia berharap calon legislatif dari suara perempuan akan berimbang dengan laki-laki. “Kami support penuh terhadap bacaleg perempuan ini karena mereka punya segmen suara sendiri. Dan bisa menjaring lebih banyak lagi suara yang maksimal di jaringan perempuan dan membantu proses pemenangan partai Gerindra,” imbuh Joko.
Salah satu bacaleg, Dyah Tunjung Pudyawati menyampaikan, motivasi dirinya ikut mendaftarkan diri untuk maju di Pemilu 2024 mendatang melalui partai Gerindra adalah ingin mewakili keterwakilan perempuan di parlemen. Dirinya juga siap membawa aspirasi atau suara perempuan dan anak ke legislatif nantinya. Karena keterwakilan perempuan di DPRD Kota Semarang dari Partai Gerindra sendiri di periode 219-2024 belum ada.
“Sekarang terpacu untuk mewakili keterwakilan perempuan di legislatif,” kata perempuan yang juga Wakil Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Tengah ini.
Dia juga optimistis nantinya bisa meraup suara sebanyak-banyaknya dari kalangan milenial. Dengan banyak turun ke masyarakat dan membuat jaringan luas dan memperkuat sosialisasi lewat media sosial (medsos), dirinya yakin mampu meraih suara siginifikan di Pileg 2024 mendatang.(HS)