HALO BATANG – SMP Negeri 2 Batang, Kabupaten Batang, pada hari pertama sekolah, Senin (1372026) langsung menerapkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak.
Kegiatan tersebut menjadi jembatan bagi siswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah, sekaligus memperoleh pendidikan karakter positif, sebelum memulai proses pembelajaran.
Pelaksanaan MPLS tahun ajaran 2026/2027 mengacu pada Surat Edaran Nomor 70/SE/2026 tentang MPLS Ramah yang menekankan terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Dalam pelaksanaannya, sekolah tidak memperbolehkan adanya perpeloncoan, pungutan, keterlibatan alumni sebagai penyelenggara, atau penggunaan atribut yang tidak memiliki nilai edukatif.
Ketua MPLS sekaligus Pembantu Kesiswaan SMPN 2 Batang Hilman Zulmi, seperti dirilis batangkab.go.id mengatakan kegiatan MPLS berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026.
Sebelum pelaksanaan, sekolah telah menggelar sosialisasi kepada siswa dan orang tua pada 11 Juli 2026.
“Alhamdulillah kegiatan MPLS dimulai tanggal 13 sampai 17 Juli. Sebelumnya kami sudah mengadakan sosialisasi mengenai pelaksanaan MPLS, materi yang diberikan, serta ketentuan pelaksanaannya sesuai petunjuk teknis dari Kemendikdasmen,” jelasnya.
Ia menjelaskan, materi yang diberikan tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membekali peserta didik dengan berbagai pengetahuan dan pembentukan karakter.
Beberapa materi yang diberikan antara lain penguatan hubungan antarteman, penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, edukasi bahaya narkoba, pemeriksaan tinggi dan berat badan, hingga penyuluhan gizi.
“Dalam pelaksanaannya, sekolah menggandeng sejumlah instansi sebagai narasumber, di antaranya Polsek Batang, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Puskesmas Batang II untuk memberikan edukasi sesuai bidang masing-masing,” tuturnya.
Hilman juga mengatakan, tujuan utama MPLS adalah membantu siswa mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun karakter positif sejak hari pertama mereka menjadi bagian dari keluarga besar SMP Negeri 2 Batang.
“Selain mengenalkan lingkungan sekolah, kami juga ingin menanamkan nilai-nilai moral melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sehingga siswa memiliki karakter yang baik sejak awal,” terangnya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan berbagai prestasi yang telah diraih sebagai motivasi bagi peserta didik baru.
Menurut Hilman, SMPN 2 Batang memiliki berbagai capaian di bidang akademik maupun nonakademik.
Salah satunya prestasi pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Matematika serta pengembangan olahraga basket yang menjadi salah satu program unggulan sekolah.
“Selain itu, sekolah juga memiliki beragam kegiatan ekstrakurikuler seperti Palang Merah Remaja (PMR), basket, patroli keamanan sekolah, dan berbagai kegiatan lain yang dapat menjadi wadah pengembangan bakat serta minat siswa,” kata dia.
Melalui pelaksanaan MPLS Ramah, SMPN 2 Batang berharap seluruh peserta didik baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara cepat, merasa nyaman dalam belajar, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap meraih masa depan yang lebih baik.
Seragam Gratis
Selain pelaksanaan MPLS, sebanyak 192 siswa baru sekolah itu juga akan menerima program seragam OSIS gratis dari Pemerintah Kabupaten Batang, setelah mekanisme pembagian ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Koordinator Koperasi Siswa SMPN 2 Batang Bayi Larasati mengatakan, proses pengukuran seragam dilakukan bersamaan dengan kegiatan daftar ulang siswa baru agar ukuran pakaian sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.
“Saat daftar ulang, siswa bersama orang tua langsung diarahkan untuk melakukan pengukuran seragam OSIS. Karena siswa baru belum kami kenal, maka pengukuran dilakukan secara langsung oleh penjahit,” kata dia.
Ia menjelaskan, pengukuran dilakukan oleh penjahit lokal yang berasal dari wilayah Kepoh berjarak 500 meter dari sekolah dan ditempatkan di ruang kelas IX B.
Sementara proses daftar ulang dilaksanakan di ruang kelas VIII pada sisi selatan sekolah sehingga alur pelayanan kepada orang tua dan siswa dapat berjalan tertib.
Menurut Bayi, seluruh proses produksi seragam telah selesai sejak Sabtu lalu. Saat ini pihak sekolah tinggal menunggu arahan dari Pemerintah Kabupaten Batang terkait jadwal penyerahan kepada para siswa.
“Seragam OSIS gratis sudah siap 100 persen. Begitu ada informasi mengenai waktu pembagian, kami akan segera menyerahkannya kepada seluruh siswa penerima. Program seragam gratis tersebut akan diterima oleh sebanyak 192 peserta didik baru SMPN 2 Batang. Kehadiran program ini mendapat respons positif dari para orang tua karena dinilai mampu meringankan biaya pendidikan pada awal tahun ajaran baru,” jelasnya.
Orang tua sangat antusias. Mereka merasa senang dan terbantu dengan adanya program seragam gratis dari Pemerintah Kabupaten Batang.
Selain seragam OSIS gratis, sekolah juga menyediakan layanan pemesanan seragam lainnya melalui koperasi siswa.
Namun, Bayi menegaskan pembelian seragam tersebut tidak bersifat wajib. Orang tua diberikan kebebasan untuk membeli seragam di luar sekolah maupun memesan melalui koperasi sesuai kebutuhan masing-masing.
“Bagi orang tua yang tidak ingin memesan seragam di koperasi sekolah, setelah selesai pengukuran seragam OSIS gratis mereka dapat langsung pulang. Jadi tidak ada kewajiban membeli seragam di koperasi,” ujar dia.
Melalui program seragam sekolah gratis, Pemkab Batang berharap dapat membantu meringankan beban pengeluaran keluarga pada tahun ajaran baru sekaligus memastikan seluruh peserta didik dapat mengikuti proses belajar dengan lebih nyaman dan percaya diri. (HS-08)


