HALO SPORT – Max Holloway dijuluki Si Senapan Mesin karena sangat rajin melepaskan serangan dalam setiap duelnya.
Holloway (32) akan menghadapi Justin Gaethje di kelas ringan pada Ultimate Fighting Championship (UFC) 300, 14 April mendatang.
Kedua petarung bakal memperebutkan sabuk BMF, yang merupakan gelar non-juara divisi yang khusus dibuat UFC.
Pemegang sabuk ini layak menyandang gelar sebagai petarung paling sangar.
Max sejatinya jagoan kelas bulu dan terakhir turun di divisi ringan pada 2019.
Si Senapan Mesin bertekad akan membuat orang-orang terkejut dalam laga nanti.
’’Saya selalu merasa kuat di kelas bulu, dan di divisi ringan saya merasa lebih kuat dan lebih cepat,’’ kata Max seperti dilansir dari Sport-Express.
Meski naik kelas, petarung berkebangsaan Amerika Serikat (AS) ini mengaku tak ada masalah.
Pada duel di kelas ringan lima tahun silam, dia kalah angka dari Dustin Poirier karena hanya punya persiapan selama enam pekan.
Kali ini Holloway memiliki persiapan lebih lama, yakni 10 pekan.
’’Saya tak sabar untuk beraksi. Saya akan membuktikan janji saya,’’ tegas pria 32 tahun ini.
Si Senapan Mesin punya rekor total 25 kali menang dan 7 kali kalah.
Sementara The Highlight, julukan Gaethje, memiliki catatan 25 kali menang dan 4 kali kalah.
Dalam dua partai terakhir Justin berhasil menang atas Rafael Fiziev dan Dustin Poirier. (HS-06)