HALO KENDAL – Pemkab Kendal menggelar kegiatan Sosialisasi Harmonisasi Perencanaan Bottom-Up dan Pokok-Pokok Pikiran DPRD dalam Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal.
Hal ini dilaksanakan, dalam rangka harmonisasikan usulan aspirasi masyarakat dan pokok-pokok pikiran DPRD Kendal dalam hal penyusunan rencana kerja Pemerintah Kabupaten Kendal.
Acara dilakukan secara tatap muka di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal dan juga secara daring yang diikuti oleh sekitar 400 peserta, Rabu (10/8/2022).
Kepala Baperlitbang Kendal, Izzuddin Latif dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan visi, misi, tujuan, sasaran kebijakan dan program prioritas pembangunan Kabupaten Kendal tahun 2021 sampai dengan tahun 2026.
“Selanjutnya adalah mensosialisasi program rencana kegiatan Pemerintah Kabupaten Kendal yang masuk ke desa tahun 2023 sebagai pedoman usulan dari RKP Desa tahun 2023,” terangnya.
Izzudin menambahkan, selain itu acara digelar juga untuk mensosialisasikan jadwal perencanaan pembangunan desa dan daerah, serta kamus usulan perencanaan tahun 2024.
“Hal ini sebagai pedoman pengusulan aspirasi masyarakat dan pokok-pokok pimpinan DPRD guna penyusunan rencana kerja Pemerintah Kabupaten Kendal tahun 2024,” imbuhnya.
Sementara itu Bupati Kendal, Dico M Ganinduto dalam sambutannya mengatakan, kegiatan seperti ini merupakan hal yang positif untuk pembangunan Kabupaten Kendal.
“Supaya ke depan bisa memiliki program-program yang tepat sasaran sehingga bisa menyelesaikan permasalahan di Kabupaten Kendal,” ujarnya.
Dico memaparkan, ada tiga indikator dari keberhasilan pemerintah. Yang pertama adalah indeks pembangunan manusia yang isinya pendidikan, kesehatan, dan pendapatan perkapita.
Indeks selanjutnya adalah terkait permasalahan kemiskinan. Sedangkan yang ketiga, terkait masalah pengangguran.
“Tiga indikator tersebut harus benar-benar dipikirkan. Sehingga program-program yang akan disiapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kendal,” ujarnya.
Dico menegaskan, saat ini tidak ada waktu untuk menyiapkan program yang tidak tepat sasaran atau program yang tidak objektif.
“Jadi kita semua harus benar-benar fokus menggunakan anggaran dengan pemanfaatkan secara maksimal,” tandasnya.
Dirinya mencontohkan salah satu cara bagaimana menyelesaikan permasalahan dalam masyarakat salah satunya adalah permasalahan lapangan pekerjaan.
Di antaranya dengan melakukan inovasi seperti yang sudah dilaksanakan adalah bekerja sama tiga pihak. Antara Pemkab Kendal, KIK dan Kementerian Perindustrian.
“Dan ini adalah sebuah inovasi, sebuah terobosan yang bisa kita monitor berapa yang kita rekrut dari Dinas Perindusteian dan Tenaga Kerja, serta berapa yang kita latih melalui Kementerian Perindustrian dan berapa yang diterima,” ungkap Dico.
Sebagai penutup dirinya berharap, program-program antara pemerintah dengan DPRD ke depannya bisa selaras dan lebih baik.
“Saya juga meminta saran dan masukan dari semua pihak, sehingga ke depan bisa mengeluarkan program-program yang bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Kendal,” pungkas Dico.(HS)