HALO KENDAL – Puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) belum bisa merekrut tenaga sendiri. Salah satunya di RSUD dr H Soewondo Kendal, yang memberikan pengumuman belum ada penerimaan tenaga BLUD.
Adapun pemberitahuan terkait hal itu berbunyi, “Pengumuman, RSUD dr H Sowondo Kendal Belum Ada Penerimaan Tenaga BLUD Badan Layanan Umum Daerah”.
Direktur RSUD dr H Soewondo Kendal, dr Saikhu saat dikonfirmasi menjelaskan, pengumuman belum adanya penerimaan tenaga BLUD dilakukan pihaknya mulai Sabtu (20/1/2024). Hal ini dalam rangka keterbukaan informasi publik.
“Sesuai regulasi, kita belum diperkenankan mengadakan seleksi pegawai lagi. Apalagi untuk saat ini semua sudah terisi dengan tenaga PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak-red). Jadi nggak hanya rumah sakit saja, tetapi semua Badan Layanan Umum Daerah,” jelasnya.
Saikhu menambahkan, RSUD terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat menjadi lebih baik. Diantaranya dengan membangun gedung diagnostik dan pelayanan terpadu dua lantai, yang saat ini dalam tahap pembangunan.
Dirinya juga mengungkapkan, tujuan dibangunnya gedung sarana dan prasarana diagnostik tersebut merupakan sarana penunjang yang harus memadai dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat.
“Nantinya ada tujuh pengembangan pelayanan prioritas yaitu stroke, jantung, uronephro, diabetus melitus, respirasi dan tuberculosis (TBC), kanker, serta kesehatan ibu dan anak, yang bersinergi dengan program prioritas Kementerian Kesehatan,” ungkap Saikhu.
Selain itu, RSUD dr H Soewondo Kendal juga meresmikan dua klinik baru, yaitu Klinik Adenium untuk TB-RO (Tuberkulosis Resisten Obat) dan klinik Asoka untuk Rehabilitasi Napza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif).
Dibeberkan, dibukanya layanan klinik TB-RO, supaya bisa lebih membantu pasien tuberkulosis resisten obat dalam mendapatkan pelayanan yang komprehensif dan bisa sembuh serta tidak menularkan kepada masyarakat.
“Sedangkan dengan Klinik Asoka, pasien ketergantungan atau penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif bisa direhabilitasi dengan baik, sehingga bisa Kembali sehat dan bermanfaat bagi masyarakat,” beber Saikhu. (HS-06)