in

Ritual Budaya Memetri Tuk Babon di Boyolali Wujud Kepedulian Warga pada Alam Sekitar

Wakil Bupati Boyolali, Dwi Fajar Nirwana mengikuti ritual Memetri Tuk Babon. Minggu (11/8/2025). (Foto : boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali, kembali menggelar agenda budaya tahunan Desa Selo Kecamatan Selo yakni Kirab Budaya Memetri Tuk Babon, Minggu (10/8/2025),  atau bertepatan pada tanggal 14 bulan Sapar Jawa.

Ritual budaya tahunan di Desa Selo, Kecamatan Selo tersebut, dihadiri Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, Dwi Fajar Nirwana.

Tuk Babon adalah sumber mata air di lereng Merbabu, yang diyakini oleh warga sekitar sebagai mata air abadi yang tidak pernah habis meski musim kemarau.

Tuk Babon mampu mencukupi kebutuhan air untuk masyarakat khususnya Desa Selo, Samiran, Lencoh dan Suroteleng.

Ritual diawali dengan arak-arakan sesaji menyusuri jalan Desa Selo dibawa ke Tuk Babon.

Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Boyolali, Muhammad Arief Wardianta, tujuan diselenggarakannya acara ini, adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk turut menjaga dan melestarikan warisan seni budaya tradisional.

Begitu pula Juru Kunci Tuk Babon Kasno Semiaji mengungkapkan harapannya, agar lokasi Tuk Babon ini bisa dibuat menjadi sebuah bangunan, agar lebih nyaman jika ada tamu kehormatan berkunjung.

Kasno kemudian memimpin ritual Memetri tersebut untuk memohon agar air dari Tuk Babon ini akan selalu abadi dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga ke generasi selanjutnya.

Menghadiri agenda tersebut, Wabup yang akrab disapa Fajar itu menuturkan bahwa ritual Memetri Tuk Babon ini adalah warisan budaya lokal yang mencerminkan kearifan nenek moyang sekaligus wujud rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan air yang bisa dinikmati oleh empat desa.

Pihaknya mengapresiasi warga masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan ritual Memetri Tuk Babon ini. Wabup Fajar juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya asli warga masyarakat Desa Selo ini.

“Ritual Memetri Tuk Babon ini adalah wujud kepedulian warga masyarakat terhadap lingkungan sekitar dan mengingatkan kita semuanya untuk senantiasa menjaga harmoni antara manusia dan alam semesta.” ungkap Wabup wanita pertama di Kota Susu itu. (HS-08)

Hadiri Jalan Sehat di Kedawung, Bupati Sragen Paparkan Program Pemkab

Polres Pekalongan Gelar GPM di CFD Kajen, 2 Ton Beras Langsung Ludes