HALO SRAGEN – Gerimis tak menyurutkan semangat ribuan siswa SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen untuk mengikuti Pawai Taaruf Ramadan 1447 Hijriah, pada Jumat (13/2/2026).
Dengan penuh antusias, para pelajar memulai pawai dari Taman Krido Anggo dan berakhir di Alun-alun Sasono Langen Putro Sragen.
Pawai Taaruf Ramadan yang dimulai sekitar pukul 07.20 WIB itu dilepas oleh Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, didampingi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sragen, Ali Rosyidi.
Pawai diikuti sekitar 1.300 siswa SD Birrul Walidain, 250 siswa SMP Birrul, 200 siswa PAUD/TK Birrul, serta 100 siswa SD Muhammadiyah.
Ribuan pelajar tersebut berasal dari TK, SD, dan SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen, sebagian dari SD Muhammadiyah 1 Sragen, serta pelajar SMP-MA Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen (Dimsa).
Para peserta tampil semarak dengan beragam atribut, mulai dari seragam Birrul Walidain, atribut Tapak Suci, hingga Hizbul Wathon.
Suasana semakin meriah dengan iringan grup drum band yang memandu barisan sepanjang rute pawai.
Sejumlah siswa membawa balon, poster, dan spanduk bertuliskan ajakan menyambut Ramadan.
Mereka juga membagikan jadwal imsak kepada masyarakat di sepanjang perjalanan.
Dalam sambutannya, Sigit mengajak para pelajar menyambut Ramadan dengan penuh suka cita dan semangat beribadah.
Ia berharap para siswa dapat menjalani ibadah puasa dengan baik, memperbanyak salawat, zikir, tarawih, tadarus Al-Qur’an, serta menjaga semangat hingga akhir Ramadan.
“Ramadan adalah bulan penuh ampunan dan petunjuk. Mari kita syukuri karena masih diberi kesempatan bertemu dengan bulan suci ini. Jalani ibadah dengan sungguh-sungguh agar Ramadan benar-benar membawa perubahan kebaikan dalam diri kita,” kata dia, seperti dirilis sragenkab.go.id.
Sementara itu, Ali Rosyidi menyampaikan bahwa kegiatan pawai merupakan bagian dari syiar untuk menyambut datangnya “Tamu Agung”, yakni bulan Ramadan.
Ia menuturkan anak-anak perlu diringankan dan diberi ruang untuk memeriahkan serta menyiarkan nilai-nilai Ramadan sejak dini.
“Kalau ingin berumur panjang, carilah lailatul qadar di bulan Ramadan. Semoga kita semua bisa menunaikan ibadah wajib, berpuasa dengan baik, dan dicatat Allah SWT sebagai hamba yang dipertemukan dengan malam lailatul qadar,” tuturnya.
Melalui pawai tersebut, semangat kebersamaan dan syiar Islam terasa kuat di tengah masyarakat Sragen, menjadi penanda datangnya bulan suci yang dinanti-nantikan umat Muslim. (HS-08)


