in

Ribuan Mahasiswa Padati Balairung UPGRIS, Belajar Jadi Wirausaha Masa Depan

Suasana pembukaan event Future Enterprenuer Summit bertempat di Balairung UPGRIS, Minggu (7/12/2025).

HALO SEMARANG – Balairung Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) tampak riuh sejak Minggu (7/12/2025) pagi. Ribuan mahasiswa memenuhi gedung untuk mengikuti Future Entrepreneur Summit (FES), sebuah seminar inspiratif yang dirancang untuk menyiapkan generasi muda menjadi pengusaha masa depan.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UPGRIS, Dr. Sapto Budoyo, melalui pemukulan gong yang disambut sorakan antusias para peserta.

Tak hanya menyuguhkan materi kewirausahaan, FES juga menjadi ajang apresiasi bagi organisasi mahasiswa melalui BEM Award—penghargaan bagi organisasi yang dinilai paling disiplin dan berhasil menjalankan program kerja secara konsisten.

Ketua Panitia, Izzah Nadoratul, menjelaskan bahwa FES kini memasuki tahun ketiga penyelenggaraan. Tahun ini, Semarang menjadi kota ketiga setelah Jember dan Solo.

“Setiap kota selalu kami hadirkan figur publik dan konten kreator lokal yang relevan, termasuk di Semarang. Tapi tahun ini kami juga mendatangkan Fiki Naki sebagai guest star untuk memberi inspirasi lebih luas,” ujar Izzah.

Selain itu, hadir pula pembicara dari beragam latar belakang, seperti dr. Mufida Rizkiyani (health speaker/doctorpreneur), Barir Fakih (mahasiswa UNDIP), Ade Bhakti (konten kreator/Damkar Semarang), dan Dona Trisukma (public speaker).

Tidak seperti seminar yang cenderung formal, FES menyajikan atmosfer berbeda. Materi diselingi berbagai hiburan seperti penampilan band lokal, dance performance, hingga games berhadiah yang membuat suasana lebih segar dan memicu interaksi peserta.

Di luar gedung, terdapat bazar UMKM dan booth sponsor yang menampilkan 10 tenant dari berbagai produk kreatif mahasiswa.

Rangkaian FES juga melibatkan berbagai kompetisi, mulai dari ide bisnis, esai, hingga lomba kreatif. Peserta terbaik akan diumumkan pada acara puncak di Surabaya.

Untuk kategori business idea, peserta harus melalui penyaringan proposal dan proses mentoring. Saat ini, kompetisi telah memasuki tahap 10 besar.

FES juga membuka peluang international experience bagi dua hingga tiga peserta terpilih dari seluruh kota penyelenggara untuk mengikuti studi exchange dan bootcamp di luar negeri.

Wakil Presiden BEM UPGRIS, M Syafanda Dicky, menilai FES sangat relevan bagi mahasiswa, terutama mereka yang akan menjadi pendidik.

“Guru masa depan harus punya jiwa kepemimpinan dan kemampuan public speaking. Lewat acara ini, mahasiswa bisa belajar banyak dari para praktisi,” ungkapnya.

Wakil Rektor, Dr. Sapto Budoyo, mengapresiasi kolaborasi BEM dengan tim FES. Menurutnya, kegiatan seperti ini merupakan sarana penting bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring, mengasah kompetensi, sekaligus mematangkan karakter kewirausahaan.

“Inilah wadah untuk meningkatkan soft skill, kreativitas, dan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Semoga acara ini memberi manfaat luas,” ujarnya.

Salah satu pembicara, dr. Mufida Rizkiyani, menekankan pentingnya ketangguhan mental dalam wirausaha.

“Setiap bisnis pasti ada trial and error. Saya pernah membuka usaha skincare dan bertahan dua tahun. Yang penting adalah resiliensi dan kemampuan membaca peluang. Misalnya, tren makanan sehat saat ini berumur panjang karena masyarakat makin sadar kesehatan,” tutupnya.

Dengan konsep acara yang edukatif sekaligus menghibur, FES di UPGRIS menjadi bukti bahwa belajar kewirausahaan dapat dikemas secara kreatif dan dekat dengan dunia anak muda, mendorong mereka berani bermimpi sekaligus berani memulai.(HS)

HUT ke-63 GOW dan Hari Ibu ke-97 di Kendal: Perempuan Bersatu, Berkarya, dan Menginspirasi

Cetak Wirausahawa Muda, Al Wasath Institute Hadirkan Pelatihan Kewirausahaan Bagi Gen Z