in

Ribuan Hektare Sawah Terendam Banjir, Petani Kendal Terancam Puso

Tanaman padi di wilayah Kota Kendal yang masih terendam banjir, Rabu (10/2/2021).

 

HALO KENDAL – Akibat hujan deras yang mengakibatkan banjir di wilayah Kendal, ternyata membawa dampak buruk bagi petani. Selain merendam permukiman warga, banjir juga merendam ribuan hektare sawah di tujuh kecamatan di wilayah Kabupaten Kendal. Yakni Kaliwungu, Patebon, Brangsong, Kendal, Kangkung, Weleri dan Rowosari.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, dampak dari banjir merendam 1.844 hektare tanaman padi di tujuh kecamatan tersebut.

Akibatnya, tanaman padi terancam puso. Pasalnya tanaman padi yang berumur empat minggu terendam banjir hingga ketinggian di atas tanaman selama behari-hari. Dipastikan tanaman padi akan mati.

Menurut pengakuan salah seorang petani di wilayah Kota Kendal, Sumaryono, padinya yang baru berumur 22 hari, saat ini masih terendam banjir.

“Bahkan kalau sampai seminggu tidak surut, tanaman padi kami bisa mati. Dan kami merugi,” ungkapnya, Rabu (10/2/2021).

Dispertan sendiri terus menginventarisir lahan mana lagi yang masih terendam banjir.

Kabid Holtokultura Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Indarwati mengatakan, bagi tanaman padi usia di bawah satu bulan, pihaknya akan mengusahakan bantuan benih di Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah.

“Namun yang usia tanamannya di atas tiga bulan, jika surut, kemungkinan masih bisa diselamatkan,” ungkapnya.

Indarwati menambahkan, seharusnya para petani ikut asuransi usaha tanaman padi (AUTP). Karena jika gagal panen atau mati, akan mendapatkan klaim asuransi senilai Rp 6 juta per hektare.

“Saat ini petani di Kabupaten Kendal yang ikut asuransi masih sedikit. Sehingga ketika terjadi bencana alam seperti saat ini banyak yang tidak mendapatkan ganti rugi,” pungkasnya.(HS)

Share This

Pengalihan Jalur di Kaligawe, Pertigaan Genuk Macet Parah

Jelajah Imlek Hoki Ke Berbagai Kota di Indonesia Versi Tiket.com