HALO PURWOREJO – Animo masyarakat muslim di Indonesia, termasuk di Kabupaten Purworejo untuk menunaikan ibadah haji dan umrah sangat tinggi.
Namun untuk ibadah haji, mereka umumnya harus menunggu sangat lama. Hal ini karena daftar tunggu atau antreannya yang memang sangat panjang, bahkan hingga puluhan tahun.
Maka dari itu, umrah merupakan ibadah yang sangat diminati masyarakat muslim Indonesia, bahkan banyak yang telah menunaikan berkali-kali.
Hal itu diungkapkan Bupati Purworejo, Yuli Hastuti ketika meresmikan Gedung Haji dan Umrah, di Kecamatan Kaligesing, Sabtu (27/1/2024).
Peresmian ditandai dengan penadatanganan prasasti, pemotongan tumpeng, dan penyerahan sertifikat kepada pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).
Lebih lanjut Bupati Purworejo, Yuli Hastuti mengatakan makna substantif dari ibadah haji, tercermin pada kemampuan meningkatkan kualitas amal saleh, seperti kedermawanan, kerendahan hati, keadilan, dan sifat-sifat kemanusiaannya setelah kembali dari Makkah al-Mukarromah.
“Kemabruran ibadah haji, tidak dilihat dari gelar haji yang disandang, tetapi sejauh mana ibadah yang telah dilaksanakan itu membekas dalam hati, lalu tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya, seperti dirilis laman resmi Pemkab Purworejo, purworejokab.go.id.
Dirinya juga berharap dengan semakin banyaknya masyarakat yang menunaikan ibadah haji dan umrah, akan semakin banyak orang saleh, sekaligus meningkatkan kualitas ketakwaan muslim di Kabupaten Purworejo.
Keberadaan gedung haji dan umrah ini, menurutnya bukanlah semata tentang pembangunan sebuah struktur fisik, melainkan merupakan simbol dari perjalanan spiritual dan pengabdian umat Islam kepada Allah Swt.
Oleh karena itu, Bupati berpesan agar gedung ini dirawat dan dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat.
“Semoga keberadaan gedung ini akan membawa manfaat, bagi anggota IPHI khususnya, serta umat muslim dan masyarakat pada umumnya,” kata dia.
Ketua IPHI Kaligesing sekaligus panitia pembangunan H Sumarno menerangkan, pembangunan dimulai dari tahun 2015 menggunakan dana iuran masyarakat dan donatur.
Gedung dibangun di atas tanah wakaf dari H Sarono dari Kemanukan, dengan luas tanah 504 meter persegi, terdiri atas bangunan utama, musala, dan halaman parkir.
“Dana dari iuran masyarakat dikumpulkan setiap salapanan, hanya sebesar Rp 25 ribu, namun bisa sampai akhirnya jadi bangunan megah meskipun belum sempurna,” kata Sumarno.
Turut hadir Staf Ahli Bupati Purworejo Bidang Kemasyarakatan dan SDM Rita Purnama SSTP MM, Kepala DKPP Hadi Sadsila SP MM, Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsosdalduk KB) Ahmat Jainudin, Kabag Prokopim Ulik Sri Widiatmi, Camat Kaligesing Wahyu Jaka Setiyanta beserta Forkopimcam dan jamaah haji / umrah yang tergabung dalam IPHI. (HS-08)