HALO TEMANGGUNG – Tak kurang dari 200 peserta, mengikuti Kontes Ayam Pelung Bumi Phala Cup 3, yang digelar oleh Himpunan Peternak Penggemar Ayam Pelung Indonesia (Hippapi) Kabupaten Temanggung, di halaman Gedung Olahraga Bambu Runcing Temanggung, Minggu (3/7/2022).
Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang untuk kali ke-3 dilaksanakan, diikuti peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Bali, Jawa Barat dan Lampung.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung, Joko Budi Nuryanto.
Wawan Supri, selaku Ketua Hippapi Dewan Pimpinan Daerah Kabupaten Temanggung, mengatakan kontes tersebut dibuka untuk khalayak umum, dengan mendaftar langsung di lokasi.
Penyelenggara menghadirkan juri nasional, di antaranya dari Cianjur, Sragen, Kediri dan Semarang, terdiri atas tiga juri seni suara, satu juri penampilan, dan satu koordinator juri.
Adapun untuk kriteria penilaian, Wawan menjelaskan ada pakem dasar suara tertentu yang harus harus ditaati, meliputi angkatan, tengah, ujung, intonasi, dan serasi.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkembangkan minat untuk beternak ayam pelung, sesuai slogan “Dari Desa ke Desa Lagi”.
“Sebenarnya hal mudah untuk kembali beternak lagi sebagai materi ketahanan pangan, dalam artian ekonomi kreatif yang bernilai ekonomis tinggi,” kata dia, seperti dirilis temangungkab.go.id.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung, Joko Budi Nuryanto, memberikan apresiasi atas dilaksanakannya kegiatan tersebut.
“Di era wabah PMK ini kita juga harus mulai berfikir bahwa penyediaan daging tidak hanya dari daging yang hewan berkaki empat, tapi juga mulai dari hewan berkaki dua, karena ternyata ayam dengan segala jenis ayamnya sangat luar biasa dan mempunyai potensi di Kabupaten Temanggung, khususnya dan Indonesia pada umumnya,” ungkap Joko.
Ia juga mengimbau kepada seluruh peserta untuk selalu menjaga kesehatan ayam dengan melakukan vaksinasi dan pemeliharaan kesehatan ayamnya dengan lebih baik lagi, mengingat kejadian 10 tahun yang lalu pernah muncul Avian Influenza.
“Untuk itu supaya ini tidak terjadi lagi, saya berharap kepada semua penggemar ayam pelung untuk tidak lupa selalu mempertahankan kesehatan dari ayam piaraannya,” tandasnya. (HS-08)