HALO DEMAK – Banjir akibat tanggul jebolnya awal bulan lalu, sangat berdampak buruk bagi petani di Kabupaten Demak. Akibat bencana tersebut, sekitar 278 hektare sawah di Kecamatan Guntur, akhirnya harus gagal panen.
Dampak buruk akibat bencana itu, dilaporkan Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Demak, kepada Pemerintah Pusat.
Lahan sawah yang mengalami puso tersebut meliputi 5 desa yakni Desa Trimulyo, Tlogorejo, Bumiharjo, Sidoharjo dan Turitempel.
Kemudian ada pula lahan tanaman padi seluas 211 hektare di 6 desa di wilayah Kecamatan Karangtengah, yang ikut terendam.
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak, Agus Herawan, dari ratusan hektare sawah tersebut, yang paling luas 126 hektare di Desa Sidoharjo, dan kurang lebih 80 hektare di Desa Turitempel.
“Untuk laporan sudah sampai di pusat dan saat ini sudah mendapatkan droping bantuan benih padi 11 ton dari Badan Standarisasi Instrumen Pangan (BSIP) Jawa Tengah,” kata dia, seperti dirilis demakkab.go.id.
Laporan kondisi sawah yang dilakukan ke Pemerintah Pusat merupakan upaya langkah penanganan pemerintah agar para petani terdampak dapat bantuan. Sehingga mengurangi beban petani dan mempercepat pemulihan. (HS-08)


