HALO SEMARANG – Marc Marquez mengaku senang dengan keputusan Honda untuk mempertahankan Alberto Puig sebagai manajer tim meski tahun lalu gagal total.
Menatap MotoGP 2022, Honda melakukan perubahan besar dengan mendatangkan dua pembalap baru untuk mengisi kekosongan di tim Repsol Honda dan LCR Honda.
Joan Mir akan mendampingi Marquez di tim pabrikan.
Sementara Alex Rins bakal menemani Takaaki Nakagami di skuad satelit.
Perubahan ini dilakukan tak lepas dari hasil buruk yang mereka raih tahun lalu.
Honda menjadi pabrikan dengan kinerja terburuk, kalah jauh dari Ducati.
Puig (55) sudah menjabat sebagai manajer Repsol Honda sejak 2018.
Puig berhasil mengantarkan Marquez meraih dua gelar juara dunia pada 2018 dan 2019.
Selain itu, Puig membuat beberapa keputusan berani, di antaranya menaikkan Alex Marquez ke tim pabrikan pada 2020.
Alberto juga memutuskan untuk mempekerjakan Pol Espargaro selama dua tahun sebelum akhirnya memutuskan hengkang ke Tech3 Racing KTM pada tahun ini.
Kinerja Puig dihujani kritikan setelah tiga tahun terakhir Honda mengalami penurunan prestasi.
Rentetan hasil minor itu membuat pabrikan dari Jepang ini mencatatkan kinerja terburuk dalam 40 terakhir.
Kendati gagal total, Honda tetap memperpanjang kontrak Puig selama satu tahun lagi.
Marquez memberikan apresiasi kepada Puig karena kinerjanya selama ini.
’’Orang bisa mengatakan omong kosong tentang Alberto, tapi bagi saya itu tidak penting karena dia orang yang jujur,’’ tutur Marc seperti dikutip dari Motosan.
Marquez menjelaskan Puig memiliki peran penting bagi timnya.
’’Saya telah mendengar banyak tentang Alberto, tetapi saya sangat senang dengannya,’’ tandas kakak kandung Alex Marquez ini. (HS-06)