in

PT Laksana Dukung Edukasi Keselamatan Tour Leader, Tekankan Pentingnya Sabuk Pengaman di Bus Wisata

Owner PO Pesona Semarang, Muhammad Abdul Wahid saat memberikan materinya dalam kegiatan "Tour Leader Level Up" From Guide to Gurdian kepada tour guide atau tour leader serta para crew bus wisata bertempat di kantor PT Duta Cemerlang Motors Jalan Kaligawe Raya No 33 Semarang, Selasa (13/1/2026).

HALO BISNIS – PT Laksana Bus Manufacture, salah satu perusahaan karoseri bus terkemuka di Indonesia, menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan pembekalan edukasi keselamatan bagi tour guide dan tour leader yang bertugas mendampingi penumpang dalam perjalanan wisata. Edukasi ini dinilai penting untuk menciptakan perjalanan yang aman, nyaman, dan selamat hingga kembali ke rumah.

Sales Supervisor PT Laksana Bus Manufacture, Lazuardi, mengatakan bahwa dari sisi manufaktur, Laksana telah menerapkan standar keselamatan yang ketat pada setiap unit bus yang diproduksi. Proses uji keselamatan tersebut dilakukan secara berkelanjutan sejak 2018 hingga 2022.

“Seluruh rangkaian pengujian keselamatan telah dilalui dan dinyatakan lulus uji kelayakan. Mulai dari uji ketahanan bus saat terguling, pengujian agar bangku tidak terlepas dari lantai saat terjadi tumbukan, hingga uji kekuatan bodi dengan benturan yang lebih besar untuk meminimalkan risiko fatalitas penumpang jika terjadi tabrakan keras,” ujar Lazuardi, Selasa (13/1/2026).

Ia menambahkan, sertifikasi dan pengujian rutin tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan sesuai dengan standar yang berlaku. Selain itu, uji kelayakan juga menjadi syarat penting sebelum bus dikirim ke pemesan, termasuk untuk pasar ekspor.

“Sertifikasi ini memastikan bus memenuhi ketentuan keselamatan yang dipersyaratkan, baik untuk pasar domestik maupun negara tujuan ekspor,” imbuhnya.

Sementara itu, Owner Perusahaan Otobus (PO) Pesona Semarang, Muhammad Abdul Wahid, menyampaikan bahwa kegiatan bertajuk Tour Leader LEVEL UP: From Guide to Guardian diikuti oleh 40 peserta yang terdiri atas tour guide, tour leader bus wisata, pengemudi, dan kru bus.

“Kami membekali mereka dengan edukasi keselamatan penumpang karena mereka adalah ujung tombak keselamatan di jalan saat membawa tamu berwisata,” ujar Wahid.

Salah satu materi penting dalam pembekalan tersebut adalah kewajiban penggunaan sabuk pengaman bagi penumpang bus wisata. Menurut Wahid, edukasi ini perlu terus digencarkan untuk meminimalkan risiko cedera berat saat terjadi kecelakaan.

“Kita harus mulai membiasakan dan mengedukasi penumpang agar selalu memakai safety belt. Ini langkah sederhana, tetapi sangat penting untuk mengurangi risiko cedera,” katanya.

Ia mengakui, upaya edukasi keselamatan ini kerap dianggap sepele atau bahkan “norak” oleh sebagian pihak. Namun, demi keselamatan, langkah tersebut tetap harus dilakukan secara konsisten.

“Tour guide harus aktif mondar-mandir memastikan sabuk pengaman terpasang, seperti pramugari di pesawat. Memang terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar,” jelas Wahid, yang akrab disapa Mas Wahid.

Menurutnya, banyak kecelakaan bus dengan korban jiwa disebabkan penumpang tidak menggunakan sabuk pengaman. Padahal, perangkat keselamatan ini berfungsi vital untuk menahan tubuh saat terjadi benturan atau pengereman mendadak, serta mencegah penumpang terlempar atau membentur interior kendaraan.

“Kalau hal-hal kecil seperti ini dipatuhi, potensi kerugian dan dampak kecelakaan yang lebih besar bisa dihindari,” pungkasnya.(HS)

Pemkot Semarang Tertibkan Lapak PKL di Atas Drainase Pasar Kobong, Fokus Pulihkan Aliran Air dan Cegah Rob

Pemberlakuan Sistem Parkir Berlangganan, Bupati Kendal: Masih Tahap Pematangan