HALO SEMARANG – Pemerintah kota (Pemkot) Semarang masih akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur fisik, salah satunya untuk pengendalian banjir pada tahun 2023 ini. Anggaran pembangunan tersebut banyak disupport dari pemerintah pusat, seperti normalisasi Sungai Plumbon dan peningkatan kapasitas rumah pompa Kali Tenggang yang mulai dilaksanakan tahun ini.
Ketua DPRD Kota Semarang, Kadarlusman meminta pemerintah Kota Semarang selain pembangunan infrastruktur fisik berupa jalan, jembatan dan normalisasi sungai juga fokus untuk pembangunan pendukungnya, yakni berupa sistem saluran dan sub drainase. Karena anggaran pembangunan yang berkaitan dengan normalisasi sungai besar dan jembatan sudah ditangani oleh pusat atau BWWS Pemali-Juana.
“Sehingga diperlukan pembenahan fisik berupa saluran dan sub drainase perkotaan, mengantisipasi saat musim hujan yang intensitasnya cukup tinggi agar bisa menampung air hujan. Apalagi cuaca ekstrem yang terjadi pada akhir tahun 2022 lalu membuat banjir besar di beberapa titik di Kota Semarang. Kalau ada pembangunan saluran maupun sub drainase perkotaan yang representatif itu nantinya menampung debit air yang besar jika turun hujan tinggi. Genangan air hujan bisa cepat hilang menuju saluran yang ada dan tertampung dengan baik,” terangnya, Selasa (18/7/2023).
Ditambahkan Pilus, sapaan akrab Kadarlusman, pembangunan fisik jalan yang bagus juga harus diikuti dengan pembenahan saluran dan sub drainase untuk jalan air. “Mengingat banyak kerusakan jalan itu akibat saluran air tidak ada, akhirnya membuat badan jalan tergerus dan makin lama terkelupas dan jadi berlubang. Kalau tidak dibuat saluran untuk jalan air, nanti jalannya cepat rusak. Air juga harus diberi jalannya agar bisa mengalir ke saluran yang ada,” paparnya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, pada tahun 2023 ini akan ada beberapa pembangunan fisik. Di antaranya, perbaikan Jalan Raya Mangkang, normalisasi Sungai Plumbon, penambahan kapasitas pompa di rumah pompa Kali Tenggang. Lalu pengangkatan atau peninggian jembatan jalan tol Kaligawe yang tengah dikerjakan. “Untuk normalisasi sungai Plumbon dan pengadaan pompa Kali Tenggang disupport dengan BWWS Pemali-Juana. Dan anggaran pembangunan tersebut dari World Bank dan Kementerian Keuangan,” imbuhnya.
Tahun ini, lanjut Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita G Rahayu, Pemkot Semarang masih memprioritaskan untuk pengendalian banjir. “Sehingga dapat mengurangi titik titik banjir di wilayah Genuk, Pedurungan, dan sekitarnya. Selain itu juga nantinya akan ada sinkronisasi program dengan kementerian di pusat, seperti pengerjaan crossing Jalan Madukoro dan inventarisasi penambahan sejumlah alat berat di dinas,” katanya.(HS)