HALO KENDAL – Sekitar 3 000 lebih lulusan SD dan SMP di Kabupaten Kendal enggan melanjutkan sekolah dengan berbagai faktor dan alasan. Salah satu penyebabnya karena faktor ekonomi dan budaya yang membuat anak-anak atau orang tuanya tidak tertarik pada pendidikan di sekolah.
Hal ini menjadi keprihatinan bersama untuk mengatasi permasalahan ini. Karena tidak semua anak bisa mengenyam pendidikan tingkat sekolah atas atau belajar di pendidikan formal selama 12 tahun.
Plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Sulardi mengatakan, berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal pada tahun 2022 lalu, ada sekitar 3.000 anak yang tidak melanjutkan sekolah.
Dijelaskan, anak yang tidak melanjutkan sekolah, karena kebanyakan memilih ikut kerja dengan orang tuanya. Di antaranya anak pedagang dan anak nelayan.
“Alasannya, karena faktor ekonomi. Jadi mereka memilih ikut berdagang, yang orang tuanya berdagang, ataupun ikut mencari ikan bagi para anak nelayan,” jelas Sulardi, Jumat (16/6/2023).
Dirinya juga menyebut, anak yang tidak melanjutkan sekolah karena ikut kerja, sebenarnya sudah dicairkan solusi untuk mengikuti pendidikan kejar paket di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di semua kecamatan.
“Setelah diarahkan, hanya 1.800 anak yang mau mengikuti PKBM, sedangkan sisanya masih ada sekitar 1.200 yang belum melanjutkan sekolah, sehingga masih terus diupayakan supaya mau ikut PKBM,” ujar Sulardi.
Lebih jauh, dirinya mengaku permasalahan yang sulit adalah membujuk agar anak mau sekolah. Pasalnya, banyak juga yang sebenarnya mampu, tetapi tidak mau sekolah. Menurutnya, anak-anak bermasalah ini biasanya karena kurang mendapatkan perhatian dari orang tua.
“Apalagi di Kendal kan, banyak ibu-ibu yang jadi tenaga kerja migran, sehingga menjadi salah satu penyebab kurangnya perhatian kepada anak-anaknya tersebut, dan akhirnya mereka malas sekolah,” ungkap Sulardi.
Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Kendal, Prof DR Ahmad Tantowi meminta kepada Disdikbud Kendal, supaya jangan sampai ada anak usia sekolah tidak bisa meneruskan sekolah. Baik di sekolah swasta maupun melalui PKBM.
“Oleh karena itu, sosialisasi keberadaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat tersebut harus digencarkan, karena masih banyak yang belum mengenal. Jadi semua anak di Kendal harus sekolah sekalipun melalui PKBM atau sekolah kejar paket,” tandasnya.(HS)