in

Presiden Pastikan Dimulainya Rekonstruksi dan Bantuan Jangkau Semua Korban Bencana Gempa Cianjur

Presiden Jokowi meninjau daerah terdampak gempa di Kampung Munjul, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kamis (24/11/2022). (Foto: setkab.go.id)

 

HALO SEMARANG – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) kembali mengunjungi wilayah terdampak gempa bumi, di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Senin (05/12/2022), dengan menggunakan rangkaian kendaraan darat.

Dalam kunjungannya kali ini, Presiden hendak memastikan proses rekonstruksi bangunan terdampak gempa dimulai.

Selain itu, Presiden juga ingin memastikan bahwa bantuan kemanusiaan menjangkau seluruh korban terdampak gempa.

Sejumlah lokasi dikunjungi oleh Kepala Negara, dalam kesempatan kali ini.

Dimulai dari posko penanganan bencana hingga beberapa lokasi terdampak gempa lainnya serta meninjau lokasi pembangunan rumah khusus tahan gempa Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Cianjur.

Usai melaksanakan kunjungan, Kepala Negara akan kembali ke Istana Merdeka, Jakarta, sore ini.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja kali ini yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto.

Pembangunan Huntap

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Cecep S Alamsyah, Minggu (4/12/2022) mengemukakah, Pemerintah akan membangun 200 rumah hunian tetap (huntap), bagi warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Cianjur.

“Akan disiapkan 200 rumah instan sederhana, sehat, dan struktur tahan gempa,” kata Cecep, seperti dirilis bnpb.go.id.

Cecep menambahkan, warga yang rumahnya rusak berat tidak ditempatkan di hunian sementara, tetapi langsung dibangun hunian tetap.

“Selama menunggu proses pembangunan huntap selesai, warga menerima dana tunggu hunian sebesar Rp 500 ribu per Kepala Keluarga (KK),” tambah Cecep.

Lahan relokasi hunian tetap tahap pertama berlokasi di Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, di atas lahan 2,5 hektare. Selain di Cilaku, pemerintah daerah Cianjur juga telah mengusulkan lahan seluas 30 hektare, yang berlokasi di Kecamatan Mande.

Sementara itu, hingga Minggu (4/12/2022) korban meninggal dunia belum ada penambahan, yakni 334 jiwa. Hasil pencarian dan evakuasi Tim SAR pada hari itu juga belum membuahkan hasil, sehingga korban yang belum ditemukan masih 8 orang.

Kemudian korban luka berat sebanyak 593 orang, dan yang masih dirawat di rumah sakit tercatatat 49 orang.

Jumlah pengungsi sebanyak 41.166 keluarga, dengan total pengungsi 114.683 orang. Pengungsi penyandang disabilitas sebanyak 147 orang, ibu hamil 1.640 orang, dan lansia 7.453 orang.

Selanjutnya, kerugian materiil rumah rusak berat itu bertambah dari 7.817 menjadi 8.151 yang sudah terverifikasi dan tervalidasi.

Kemudian rumah rusak sedang dari 10.589 menjadi 11.210. Rusak ringan dari 17.195 menjadi 18.469. Kemudian fasilitas sekolah terdampak bertambah dari 518 menjadi 525, sementara tempat ibadah 269 unit, fasilitas kesehatan 14 unit, dan gedung kantor 17 unit. (HS-08)

Lima Hari “Tawaf” di Papua, Ini Dia Tujuh Catatan Penting Wapres

Geger! Video Masturbasi Oknum Polisi Anggota Polres Pekalongan Beredar di Medsos