HALO WONOGIRI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, mengoperasikan posko di berbagai lokasi, bukan sekadar untuk tempat istirahat pemudik, melainkan juga posko siaga bencana.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, seperti dirilis wonogirikab.go.id mengatakan posko tersebut mulai beroperasi 15 Maret 2026 hingga 26 Maret 2026.
Terkait fungsi siaga bencana, di posko ini petugas juga memantau kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem, sekaligus merespon cepat setiap terjadi bencana, seperti tanah longsor atau banjir.
Fuad Wahyu Pratama juga menyampaikan, sebelumnya pihaknya telah memetakan lokasi-lokasi krusial.
Posko utama dipusatkan di Kantor BPBD Wonogiri, didukung oleh posko di delapan kecamatan penyangga, di antaranya; Kecamatan Wonogiri, Kecamatan Selogiri, Kecamatan Pracimantoro, Kecamatan Baturetno, Kecamatan Purwantoro, Kecamatan Sidoharjo, dan Kecamatan Jatisrono.
Berdasarkan pantauan di lokasi, posko telah dilengkapi dengan fasilitas memadai. Tersedia sejumlah velbed (tempat tidur lipat) untuk istirahat, dapur umum, area P3K, hingga toilet dan tempat ibadah.
Ketangguhan personel menjadi kunci utama. Fuad menegaskan bahwa tim gabungan dari BPBD dan relawan disiagakan selama 24 jam penuh.
“Kami tidak hanya menunggu, tapi aktif memantau. Personel kami bekali dengan peralatan rescue lengkap, mulai dari mesin pemotong kayu untuk pohon tumbang hingga alat vertical rescue untuk penanganan material longsor,” ujar Fuad Wahyu Pratama.
Mengingat jadwal mudik bertepatan dengan dinamika cuaca di bulan Maret, BPBD terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau potensi hujan lebat.
Pihaknya mengimbau agar para pemudik yang melintasi jalur rawan di Wonogiri untuk selalu memperbarui informasi cuaca dan tidak memaksakan perjalanan jika kondisi alam tidak memungkinkan.
Dalam pelaksanaannya, BPBD juga bersinergi erat dengan jajaran Polri, TNI, dan unsur relawan lainnya guna memastikan arus mudik tahun ini berjalan aman, lancar, dan minim risiko bencana.
Persiapan
Sebelumnya, BPBD Kabupaten Wonogiri juga mengeluarkan panduan kesiapsiagaan bagi masyarakat, yang akan melakukan perjalanan mudik.
Langkah ini diambil sebagai respons antisipatif terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi dapat memengaruhi kelancaran dan keamanan arus mudik di wilayah Wonogiri dan sekitarnya.
BPBD Kabupaten Wonogiri menekankan bahwa keselamatan pemudik merupakan prioritas utama.
Mengingat karakteristik geografis Wonogiri yang terdiri dari perbukitan dan jalur rawan, pemudik diminta untuk tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga siaga terhadap dinamika cuaca.
Poin Utama Kesiapsiagaan Sebelum Berangkat : BPBD Wonogiri mengimbau masyarakat untuk melakukan cek mandiri sebelum memulai perjalanan.
Pengecekan dilakukan pada kondisi kendaraan, untuk memastikan alat transportasi tersebut dalam performa terbaik.
Selain itu juga pengecekan keamanan rumah, untuk memastikan rumah yang ditinggalkan dalam kondisi aman, termasuk di antaranya terkait listrik, gas, dan kunci pintu.
Warga juga diminta mengikuti informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG, sebelum memutuskan waktu keberangkatan.
Warga juga perlu untuk membuat rencana perjalanan. Sebelum berangkat, perlu dikirimkan informasi pada keluarga atau kerabat di tempat tujuan, terutama mengenai rute yang akan ditempuh dan estimasi waktu tiba. Perencanaan ini dapat dilakukan dengan bantuan Google Map.
Perlu pula mengikuti panduan keselamatan di perjalanan, untuk mengantisipasi cuaca buruk di jalan.
Pemudi juga dianjurkan mematuhi protokol keselamatan, antara lain berkendara dengan kecepatan maksimal 40 km/jam saat terjadi hujan deras.
Dianjurkan menyalakan lampu utama, meski di siang hari, jika jarak pandang terbatas.
Penting juga untuk beristirahat setiap 2-3 jam perjalanan selama minimal 15 menit, di rest area atau tempat aman.
Sebaiknya tidak berhenti di bawah pohon besar, tiang listrik, atau baliho saat hujan deras dan angin kencang karena risiko tumbang.
Perlengkapan Darurat Wajib: Masyarakat disarankan membawa “Tas Siaga Mudik” yang berisi:
Selama perjalanan sebaiknya bembawa kotak pertolongan pertama, obat-obatan pribadi, senter, powerbank, dan jas hujan terusan.
Lindungi juga dokumen penting, seperti KTP, SIM, dan STNK, dalam wadah plastik tahan air (waterproof).
Bawa cadangan air minum dan makanan ringan dan siapkan nomor darurat, yaitu :
BPBD Wonogiri : (0273) 323184
WhatsApp Darurat : 0851 7118 9112
Frekuensi Radio : 155.010 MHz
Call Center Terpadu : 110 (Polisi), 117 (BNPB), atau 115 (SAR).
BPBD Wonogiri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi “Sobat Tangguh” dengan mengutamakan keselamatan di atas kecepatan. Mari wujudkan mudik yang aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan. (HS-08)


