HALO KUDUS – Penjabat Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie menggambarkan daerah yang dia pimpin, merupakan kabupaten luar biasa, karena pernah menjadi tempat bagi Wali Allah, yakni Kanjeng Sunan Kudus dan Kanjeng Sunan Muria serta para alim ulama.
Kabupaten Kudus juga memiliki banyak pondok pesantren dan lembaga pendidikan agama lainnya, yang tersebar di seluruh penjuru wilayah, bahkan ada yang berusia hingga ratusan tahun.
Gambaran itu disampaikan Penjabat Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie, kepada ulama kondang pimpinan Yayasan Al-Fachriyah Tangerang, Banten, Al Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan, serta seluruh undangan yang hadir dalam acara Silaturahmi antara Ulama dan Umara di Pendapa Kabupaten Kudus, baru-baru ini.
“Tak heran, Kabupaten Kudus jika dijuluki ‘Kota Santri’ oleh masyarakat luas, karena sudah mendarah daging dan menjadi budaya tentang sejarah keagamaan serta toleransinya,” kataa dia, seperti dirilis kuduskab.go.id.
Pihaknya menyebut, Kabupaten Kudus telah banyak melahirkan alim ulama yang menjadi pejuang penyebar agama Islam di seluruh penjuru dunia.
Dengan sinergi dan kolaborasi yang dibangun antara ulama dan umara, Kabupaten Kudus menjadi daerah yang terjaga kondusifitasnya.
“Kudus alhamdulillah lingkungannya adem, ayem, dan kondusif, semua berkat sinergi yang terjalin harmonis antara ulama dan umara,” sebutnya.
Dalam kesempatan tersebut, tak lupa Hasan meminta doa restu kepada segenap tokoh agama, khususnya Al Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan, agar selama dirinya menjalankan amanah memimpin Kabupaten Kudus dapat diberikan kelancaran, kemudahan, dan keberkahan sehingga dapat melaksanakan tugasnya dengan baik demi membawa kesejahteraan di Kabupaten Kudus.
“Mohon doa restunya bib, semoga dalam menjalankan tugas sebagai Pj. Bupati Kudus kami dapat diberikan kelancaran, kemudahan, dan keberkahan sehingga mampu menjadi pemimpin yang dapat membawa Kabupaten Kudus menuju kesejahteraan,” pintanya.
Sementara itu, dalam tausiahnya, Al Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan mengingatkan kepada segenap ulama dan umara untuk selalu menjalin sinergi dan kolaborasi dalam menjalankan peran dan fungsinya untuk mencetak kebaikan manusia dalam suatu negeri. Sebab, kebaikan manusia di suatu negeri tergantung pada kesalehan para ulama dan keadilan para umara, begitu pun sebaliknya.
“Dua golongan manusia sebagai pemimpin, jika mereka baik maka akan baik pula yang dipimpinnya, begitupun sebaliknya. Itulah ulama dan umara,” terangnya.
Ulama kharismatik keturunan dari Baginda Rasulullah Saw tersebut, berharap kepada seluruh ulama dan umara khususnya yang ada di Kabupaten Kudus dapat terus berjuang bersama mencetak generasi penerus bangsa yang berakhlakul karimah sehingga kebaikan dan keberkahan suatu wilayah dapat terus didapatkan.
“Mari bersama kita cetak generasi bangsa yang sesuai dengan tuntunan agama. Jaga toleransi sehingga tercipta kondusifitas wilayah,” pesannya. (HS-08)