HALO SEMARANG – Pusat Investasi Pemerintah (PIP) kedepan bakal memperluas akses pembiayaan modal selain bank, terutama bagi sektor pertanian.
Direktur Utama PIP, Ismed Saputra menjelaskan, nantinya, akses pembiayaan yang saat ini masih didominasi di sektor jasa dan perdagangan, maupun usaha ultra mikro yang belum bisa mengakses pembiayaan formal bisa diperluas lagi.
“Kedepan menyasar sektor pertanian, karena dalam upaya untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Apalagi, kondisi saat ini, harga bahan pangan naik dan apalagi resikonya gagal panen dihadapi petani besar karena faktor cuaca atau musim hujan dan lainnya,” paparnya, baru-baru ini.
PIP akan mulai dengan menyiapkan program guna membangun ekosistem, misalnya mencarikan pemasok dari hasil produk pertanian, mencarikan pupuk dan nantinya petani mudah untuk memasarkan dan membantu proses produksinya.
“Ekosistemnya nanti segera kita bangun, agar pembiayaan tersebut bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Dia melanjutkan, pembiayaan PIP melalui program UMi hingga 16 November 2023, telah diakses sebanyak 1,33 juta orang di Provinsi Jawa Tengah, atau senilai Rp 4,8 triliun dari total dana bergulir dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP) sebesar Rp 34,9 triliun.
“Atau secara prosentase sebesar 14 persen dari total dana bergulir secara Nasional, senilai Rp 4,8 Triliun. Dengan maksimal pembiayaan sebesar Rp 20 juta dengan bunga 2-4 persen. Dari sebanyak 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah terbesar berada di Kabupaten Brebes dengan jumlah sebanyak 85.107.000 debitur, sedangkan yang paling sedikit di Magelang ada 2.500 debitur,” pungkasnya. (HS-06)