in

Pesona Pos White di Tengah Riuh Pameran Tanaman Hias Wonderia Semarang 2025

Trimo Sugito peserta Pameran Tanaman Hias dan Kontes Anthurium & Aglonema 2025 yang digelar di Lapangan Eks-Wonderia Kota Semarang.

SEMILIR angin pagi menyambut keramaian di Lapangan Eks-Wonderia Kota Semarang. Sejak dibuka pada 14 November 2025, Pameran Tanaman Hias dan Kontes Anthurium & Aglonema 2025 berubah menjadi magnet bagi ribuan pengunjung yang datang untuk berburu tanaman idaman. Dari 42 stan yang berjajar rapi, satu stan yang tampak tak pernah sepi adalah Trio Sahara Omah Godong Kembang.

Di stan milik Trimo Sugito itu, warna-warna daun tampak seperti lukisan hidup. Aglonema, anthurium, pilomarbel, variegata, hingga tanaman-tanaman unik yang jarang ditemui, memenuhi setiap sudut. Namun dari sekian banyak tanaman yang dipajang, Aglonema Pride of Sumatra White—atau yang akrab disebut Pos White—menjadi primadona yang paling memikat hati.

Daunnya menampilkan harmoni warna putih lembut, hijau yang tenang, dan semburat merah muda yang nyaris seperti sentuhan kuas pelukis. Ketenangan dan elegansinya membuat pengunjung rela berhenti lebih lama, sekadar mengagumi atau langsung berniat membawa pulang.

“Yang paling diminati ada Aglaonema Pride of Sumatra White. Ini peminatnya banyak,” ujar Trimo Sugito, pemilik stan asal Bandungan, Kabupaten Semarang, saat ditemui Minggu (16/11/2025).

Menurut Trimo, tren tanaman hias kini bergeser. Pengunjung tak hanya mencari tanaman populer, tetapi juga memburu tanaman-tanaman yang punya tampilan tak biasa. Variegata dengan corak khas, hingga tanaman yang selama ini dianggap “biasa”, kini justru mendapat panggung baru.

“Contohnya stroberi varigata, kumis kucing varigata. Biasanya kan cuma di sawah, tapi ini bisa laku sampai Rp100 ribu,” katanya sambil tersenyum.
“Ada juga aglaonema Suksom Jaipong, tanaman lokal dari saya sendiri. Masih kuat dan peminatnya banyak.”

Selama tiga hari pameran berlangsung, lebih dari seratus orang telah singgah ke stannya. Penjualan pun terbilang menggembirakan.
“Alhamdulillah banyak yang datang. Penjualannya bagus. Sekarang harga sudah murah, barangnya bagus, orang yang suka pasti beli,” ungkapnya.

Bagi Trimo, pameran seperti ini bukan sekadar ruang pamer, tetapi juga titik temu yang mampu menggerakkan ekonomi.
“Kalau tanaman hias laku, ekonomi ikut terangkat. Sangat membantu. Tidak setiap tahun ada pameran seperti ini. Akhir pekan orang bisa dolan, ngobrol, santai, dan beli tanaman unik,” ujarnya.

Pada seremoni pembukaan, sejumlah pejabat hadir, termasuk Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, Wakil Ketua DPRD Dyah Tunjung Pudyawati, Kepala Dinas Pertanian Shoti’ah, serta Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Nunung Sriyanto.

Dalam sambutannya, Agustina menekankan bahwa pameran ini bukan hanya ruang untuk memanjakan mata, tetapi juga tempat berkumpulnya para pehobi, kolektor, dan komunitas tanaman hias.
“Pameran dan kontes adalah momen yang ditunggu oleh para pemilik tanaman hias. Di sinilah bertemunya titik ekonomi. Hobi kalau tidak ada kaitannya dengan ekonomi tidak akan maju,” tegasnya.

Ia berharap gelaran ini mampu menjadi ladang pemberdayaan masyarakat serta menggerakkan perekonomian daerah melalui perputaran transaksi selama acara berlangsung.

Pameran Tanaman Hias Wonderia masih dibuka hingga 23 November 2025. Selain menikmati keindahan ratusan tanaman, pengunjung juga bisa menyaksikan kontes Aglonema yang akan digelar pada hari penutupan.

Bagi para pecinta tanaman, inilah saat yang tepat untuk pulang membawa sesuatu yang tak hanya memperindah pekarangan, tetapi juga menghadirkan kedamaian di rumah—seperti sehelai daun Pos White yang anggun dan menenangkan.(HS)

Masih Rawan, Taj Yasin Minta Warga Tidak Melihat Evakuasi Korban Longsor Cibeunying Cilacap dari Atas Tebing

Keputusan Sepihak Manajemen PSIS, Pihak Malut United Merasa Ditelikung