in

Persiapkan Tenaga Kerja di KEK, Pemkab Kendal Teken MoU dan Launching Layanan TIKA

Penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerjasama dengan pelaku usaha di KEK Kendal, dan Polifurneka, sekaligus Launching Layanan TIKA, di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Kamis (20/11/2025).

HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal melakukan Penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerjasama dengan pelaku usaha di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, dan Polifurneka Kementrian Perindustrian, sekaligus Launching Layanan Terkini Informasi Ketenagakerjaan (TIKA), di Pendopo Tumenggung Bahurekso Kendal, Kamis (20/11/2025).

Pj Sekda Kendal, Agus Dwi Lestari dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada para pelaku usaha di KEK, terutama Polifurneka Kementerian Perindustrian atas komitmen dan kerja samanya, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.

“Tentunya kerja sama ini bukan hanya soal pemenuhan kebutuhan industri, tetapi juga tentang bagaimana kita bersama-sama menjaga martabat dan kesejahteraan tenaga kerja Kendal,” ujarnya.

Pj Sekda menambahkan, dalam kesempatan pihaknya juga akan melaksanakan penandatangan rencana kerja sama dengan Polifurneka Kendal sebagai tindaklanjut dari Nota Kesepakatan tentang Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi di Kendal.

Menurut Agus Dwi Lestari, kerja sama menjadi landasan penting dalam mendukung program “Satu Desa Satu Sarjana” dan pelaksanaan pendidikan dan Pelatihan Setara D1 yang berorientasi pada kebutuhan dunia industri.

“Maka, dengan demikian, generasi muda Kendal dapat memperoleh kesempatan belajar yang lebih relevan, berkualitas, dan memberikan peningkatan daya saing di pasar kerja,” tandasnya.

Pihaknya berharap, kerja sama ini akan terus berlanjut Implementasi melalui yang program konsisten, konkret, serta komunikasi yang terus terjaga, sehingga dapat menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang semakin berkualitas, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kendal.

Selain itu, Pj. Sekda juga berharap, Layanan TIKA ini menjadi rumah informasi bagi para pencari kerja di Kendal, khususnya generasi muda.

“Tentunya kami berharap, agar layanan Tika bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, untuk mendapatkan informasi yang benar, pendampingan yang jelas, dan rujukan yang aman bagi masyarakat,” harap Agus Dwi Lestari.

Salah satu perwakilan perusahaan yang berada di KEK Kendal, PT Suhan Teknologi Indonesia, Helmi, menyambut baik dilaksanakannya MoU tersebut, karena menurutnya akan saling menguatkan untuk kemajuan industri di Kabupaten Kendal.

“Mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kendal, karena melalui MoU ini akan lebih mempermudah untuk penyediaan tenaga kerja dalam mendukung operasional perusahaan, sehingga akan berdampak positif untuk kemajuan industri,” ungkapnya.

Sementara Direktur Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) Kementrian Perindustrian, Peni Shoffiyati menyampaikan, pihaknya akan terus bersinergi dengan program Pemerintah Kabupaten Kendal, termasuk mendukung program satu desa satu sarjana.

“Pada MoU ini, Polifurneka Industri Kendal menyediakan pelatihan setara D1 terkait pelatihan teknis Furnitur, dan setelah lulus akan disalurkan bekerja diperusahaan yang sudah bekerja sama dengan Polifurneka,” ujarnya.

la juga menerangkan, untuk Pembiayaanınya menggunakan Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang ada di Kawasan Ekonomi Khusus Kendal.

Sedangkan dalam laporannya, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kendal, Cicik Sulastri mengatakan, kegiatan ini merupakan kolaborasi untuk menyiapkan maupun penempatan tenaga kerja yang ada di Kawasan Industri Kendal. Selain itu, juga untuk mewujudkan visi misi bupati Kendal, salah satunya adalah program satu desa satu sarjana.

“Alhamdulillah pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Kendal mendapatkan 51 orang peserta untuk pendidikan dan pelatihan setara D1 di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu (Polifuneka) Industri Kendal yang dibiayai dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang sudah berkolaborasi dengan Pemkab Kendal,” ungkapnya.

Kadiperinaker juga mengungkapkan, Pemkab Kendal juga akan bekerja sama dengan Pemerintah Omachi Jepang untuk menyiapkan pelatihan kerja dan bahasa, yang nantinya setelah selesai pelatihan bisa bekerja maupun magang kerja di negara Jepang.

Selain itu, pihaknya juga akan membuka layanan TIKA di tiap desa dan kelurahan di Kendal, dan sementara ini layanan sedang dalam proses di 150 desa/kelurahan, dan penambahan layanan di 136 desa/kelurahan akan dibuka di tahun 2026.

“Dalam kesempatan ini, kami juga melaunching Layanan TIKA sebagai salah satu layanan inovasi untuk lebih mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi lowongan pekerjaan, penempatan, edukasi, perlindungan tenaga kerja migran, perlindungan tenaga rentan, maupun pemberdayaan BMI dan keluarganya,” jelasnya. (HS-06)

Generali Indonesia Wujudkan Masa Depan Anak dan Keluarga Rentan dengan Salurkan Donasi Rp 1,2 M

Pemkab Rembang Perkuat Tata Kelola Aduan Publik Melalui Konsolidasi SP4N-LAPOR!