HALO KENDAL – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI menggandeng Yayasan Mandiri Kendal menggelar Seminar dan Workshop Penguasaan Public Speaking Untuk Mempersiapkan Generasi Dalam Rangka Membangun Kehidupan yang Berkualitas dan Berkelanjutan (Livelhood), di salah satu hotel di Kendal, Kamis (14/12/2023).
Ketua Yayasan Mandiri (Sandi) Kendal, Munawir dalam sambutannya mengatakan, kegiatan seminar dan workshop digelar dan diikuti 60 peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk mencetak generasi muda yang bisa menguasai dunia entertainment dimulai dengan penguasaan public speaking.
“Jadi secara umum, tujuan utama dari public speaking adalah untuk menyampaikan pesan dengan jelas, mempengaruhi pendapat dan sikap, serta menginspirasi atau menghibur mereka,” ujar Ketua Komisi A DPRD Kendal tersebut.
Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kendal itu juga mengungkapkan, sejak muda dirinya sudah mengandalkan gaya komunikasi yang baik untuk membuat lawan bicara tertarik. Menurutnya, hal itu terus diterapkan dirinya selama empat periode menjadi anggota dewan di Kendal.
“Terus terang saya bukan orang yang pintar sekali dalam dunia akademisi, tapi saya bisa menguasai cara berkomunikasi dengan lawan bicara, dan kelebihan itu sudah saya kuasai sejak saya sekolah kemudian kuliah di Yogyakarta dulu. Dan hingga saat ini masih saya gunakan untuk memperjuangkan masyarakat di DPRD Kendal,” ungkap Munawir.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kendal, Achmad Ircham Chalid saat sambutan sekaligus membuka acara mengatakan, pihaknya mendukung digelarnya seminar dan workshop oleh Kemenpora bersama Yayasan Mandiri Kendal.
Menurutnya, kegiatan selaras dengan apa yang menjadi tujuan dari Pemerintah Kabupaten Kendal, yaitu sebagai upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kendal yang berdaya saing, berkarakter, handal dan berkualitas.
Diharapkan, kegiatan imenjadi titik awal karir bagi para peserta untuk memulai mengembangkan kemampuannya terutama di dunia public speaking, untuk bisa diterapkan di industri sendiri, baik untuk skala kecil, skala menengah, maupun skala besar.
“Jadi, semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi diri masing-masing. Sehingga dalam pelatihan public speaking ini para peserta harus benar-benar mengikutinya dengan maksimal dan sebaik mungkin,” ujar Ircham.
Sedangkan narasumber seminar workshop yang juga Tenaga Ahli Komisi XI DPR RI, Leo Ludwig Krisnada memaparkan materi diantaranya trik dan tips public speaking, melatih kepercayaan diri, mengatasi takut dan grogi serta praktik public speaking.
Kader PDI Perjuangan tersebut juga mengakatakan, beberapa di antara peserta masih ada yang merasa gugup saat berbicara di depan umum. Jika termasuk dalam golongan tersebut, maka public speaking adalah skill yang wajib dipahami.
“Kemampuan yang satu ini akan menuntun kita ke dalam sebuah arena yang bernama dunia kerja, di mana akan tampil dan berbicara di hadapan umum. Nah tanpa public speaking yang baik, mungkin kita akan kesulitan mengikuti arus dunia kerja, sehingga, jenjang karier tidak berjalan seperti yang dibayangkan,” ujarnya. (HS-06)