in

Perpustakaan Modern Empat Lantai Hadir di Srondol, Pemkot Semarang Sediakan Kafe hingga Rooftop Diskusi

Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) tengah menyiapkan wajah baru layanan literasi bagi warganya.

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) tengah menyiapkan wajah baru layanan literasi bagi warganya. Sebuah gedung perpustakaan modern berlantai empat dibangun di kawasan Srondol, Kecamatan Banyumanik, di atas lahan seluas 1.019 meter persegi, dengan konsep nyaman, inklusif, dan ramah generasi masa kini.

Kepala Dinas Arpus Kota Semarang, Bambang Suranggono, menjelaskan bahwa gedung perpustakaan tersebut dirancang tidak sekadar sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang publik yang hidup. Setiap lantai memiliki fungsi berbeda yang saling terintegrasi.

“Gedung ini terdiri dari empat lantai. Basement digunakan untuk area parkir, lantai satu untuk layanan peminjaman buku, lantai dua menjadi ruang baca, ruang budaya, mini kafe, serta co-working space. Lantai tiga kami siapkan sebagai ruang audio visual, dan di bagian atas ada rooftop yang bisa dimanfaatkan sebagai ruang diskusi,” ujar Bambang di Perpustakaan Kota Semarang, Senin (2/2/2026).

Kehadiran mini kafe dan co-working space menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung nantinya dapat membaca, berdiskusi, hingga mengerjakan aktivitas kreatif dalam suasana santai.

“Baca buku sambil ngopi, berdiskusi juga lebih nyaman. Rooftop-nya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan literasi maupun diskusi terbuka,” tambahnya.

Pemkot Semarang menargetkan kunjungan harian perpustakaan ini mencapai 350 hingga 400 pemustaka. Sementara itu, ruang audio visual yang tersedia mampu menampung hingga 80 orang dan dapat digunakan untuk pemutaran film pendek maupun film yang diadaptasi dari buku.

Perpustakaan ini direncanakan beroperasi setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Untuk mendukung jam layanan yang panjang, sistem kerja petugas akan diberlakukan secara bergiliran atau shift.

Tak hanya itu, Arpus Kota Semarang juga menyiapkan petugas dengan kemampuan bahasa asing guna melayani pemustaka dari mancanegara. Hal ini sejalan dengan koleksi buku yang tidak hanya berbahasa Indonesia.

“Kami sudah menyeleksi petugas yang mampu berbahasa asing. Koleksi kami juga tersedia dalam bahasa Arab, Mandarin, Jepang, dan paling banyak bahasa Inggris. Harapannya semua pengunjung, termasuk dari luar negeri, merasa nyaman,” jelas Bambang.

Dari sisi pembangunan, Bambang menyebut tahap pertama berupa penyelesaian struktur bangunan telah rampung pada Desember 2025. Pembangunan ini didanai dari APBD Kota Semarang sebesar Rp200 juta serta Dana Alokasi Khusus (DAK) dari APBN senilai Rp7,8 miliar.

Sementara itu, tahap kedua yang meliputi pengerjaan interior, pengadaan mebeler, dan penambahan koleksi buku telah dialokasikan anggaran sebesar Rp5,3 miliar dari APBD Kota Semarang.

“Desain interiornya kami sesuaikan dengan karakter Kota Semarang, bernuansa njawani dan menjadi identitas daerah. Targetnya lelang interior selesai Februari hingga Maret, dengan waktu pengerjaan sekitar tiga bulan. Harapannya akhir Juni perpustakaan ini sudah siap dan tampil sempurna,” tandasnya.

Dengan konsep modern berpadu kearifan lokal, perpustakaan baru ini diharapkan menjadi pusat literasi, kreativitas, dan ruang temu masyarakat di Kota Semarang.(HS)

Tingkatkan Mutu Layanan Prima, RSUD dr H Soewondo Kendal Gelar Workshop Service Excelent

Semarang Dinilai Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Kemenag Soroti Kesiapan Teknis dan Strategis