Perjelas Batas Wilayah guna Perkuat Perencanaan Pembangunan

Sejumlah anggota Komisi A melihat batas daerah di Kabupaten Gunungkidul. (foto dok DPRD Jateng).

 

HALO SEMARANG – Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Jawa Tengah mendorong pemerintah provinsi memperjelas batas wilayah untuk memperkuat perencanaan pembangunan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Komisi A DPRD Jateng, Irna Setyowati di sela-sela peninjauan batas wilayah Jateng dengan Yogyakarta di daerah Gunungkidul.

“Semoga batas batas ini tidak hanya tercatat dengan rapi, tetapi juga ada fisiknya. Kalau bisa patok pembatasnya berdekatan satu dengan yang lain. Bukan karena apa, tapi ini untuk mempermudah perencanaan daerah kedepan,” Jelas politikus PDI Perjuangan tersebut, Senin (28/12/2020).

Irna juga menjelaskan, bahwa ketika batas wilayah bisa terdaftar dengan rapi, maka dapat mengurangi risiko sengketa lahan. Apalagi jika dibuktikan dengan adanya tanda di lapangan seperti patok.

“Kalau bisa ya 100 meter sudah ada patok atau tanda apalah. Dianggarkan lah itu, karena masyarakat sendiri juga kadang tidak sadar bahwa daerah yang dikerjakan ternyata sudah di provinsi lain. Apalagi kalau sampai sudah ada jual beli, tapi tidak jelas batasnya. Bisa makin panjang itu nanti,” ungkapnya seperti dilansir web resmi DPRD Jateng.

Senada dengannya, anggota Komisi A Tri Mulyantoro menanyakan terkait dengan kondisi tanda yang sudah ada. Menurut pria yang akrab disapa dengan Anto itu, selain pemasangan patok, juga perlu dilakukan perawatan dan pengecekan keberadaannya.

“Kita meminimalisir orang jahil, mindah patok. Jadi perlu itu ada pengawasan monumen di perbatasan, terutama yang hanya berupa patok. Bagus pagi kalau kita bisa pantau dan catat sampai koordinatnya,” pinta politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Anto juga menyampaikan, kepentingan untuk menambah dan mencatat hingga koordinat patok adalah untuk segera menyelesaikan administrasi sesuai dengan UU 23/2014. Indonesia tidak sedikit kasus terjadi di perbatasan berkaitan dengan administrasi lahan batas wilayah.

Sementara Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekda Jateng, M Musrofi menjelaskan, sampai saat ini telah dianggarkan untuk perawatan pilar batas yang sudah ada.

Mengenai jumlah patok yang dipasang, Musrofi mengatakan, bahwa semakin banyak dan rapat pilar pembatas semakin baik. Karena itu bisa menggambarkan kepada masyarakat mengenai daerah masuk administrasi mana.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.