HALO SEMARANG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama menggelar aksi donor darah untuk membantu penyintas bencana.
Kegiatan dengan target pengumpulan hingga 300 kantong darah ini, digelar dalam rangka peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama.
Penasihat DWP Kementerian Agama, Helmi Halimatul Udhma, mengatakan bahwa kegiatan donor darah merupakan program rutin tahunan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).
“Kami Dharma Wanita hari ini melakukan gerakan donor darah. Sebenarnya, gerakan ini setiap tahun sudah kami lakukan dan alhamdulillah, kerja sama dengan Palang Merah Indonesia selalu berjalan dengan baik. Setiap tahun jumlah saluran darah juga terus bertambah,” ujar Helimi, di kantor Kemenag, Jakarta, Senin (5/1/2026), seperti dikutip dari kemenag.go.id.
Helmi Halimatul Udhma menjelaskan pada pelaksanaan tahun lalu target pengumpulan darah hampir sepenuhnya tercapai.
“Kebetulan tahun lalu target kita 200 kantong darah dan yang diterima oleh PMI mencapai 189 kantong. Alhamdulillah, target tersebut hampir tercapai,” katanya.
Untuk tahun ini, lanjut Helmi Halimatul Udhma, target donor darah ditingkatkan menjadi 250 hingga 300 kantong.
“Untuk tahun ini, kita ditargetkan 250 hingga 300 kantong darah. Mudah-mudahan hari ini target tersebut dapat tercapai,” ucapnya.
Helmi menambahkan, donor darah merupakan bentuk kontribusi kemanusiaan meski tidak hadir langsung di lokasi bencana.
“Hari ini kita memiliki tema dan niat untuk berdonor darah bagi penyintas bencana. Insya Allah, setetes darah ini bermanfaat untuk umat, terlebih saat bencana sedang melanda berbagai wilayah di Indonesia,” ujarnya.
Helmi Halimatul Udhma berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Mudah-mudahan darah ini bermanfaat bagi para penyintas bencana dan juga untuk umat. Meskipun kita tidak hadir langsung di lokasi bencana, kita tetap bisa berkontribusi untuk umat,” kata dia.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa kegiatan donor darah tersebut sangat tepat dilakukan menjelang bulan suci Ramadan.
“Sangat rutin kita melakukan donor darah sekarang ini. Pertama, karena bulan Ramadan sebentar lagi datang, dan keluhan rumah sakit adalah sulitnya mencari darah pada saat Ramadan,” ujar Nasaruddin Umar.
Menag menjelaskan bahwa donor darah sebelum Ramadan memiliki manfaat besar bagi ketersediaan stok darah.
“Donor darah menjelang Ramadan seperti sekarang ini sangat-sangat bermanfaat. Pak Jusuf Kalla sendiri, sebagai Ketua Palang Merah Indonesia, betul-betul mengimbau karena stok darah kita biasanya mengalami kekurangan pada bulan suci Ramadan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk memberikan kontribusi,” katanya.
Menag Nasaruddin menambahkan, kegiatan tersebut juga relevan karena bertepatan dengan peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama.
“Donor darah menjelang Ramadan ini dilakukan supaya nanti pada bulan Ramadan pasien-pasien yang membutuhkan darah tidak terganggu. Yang kedua, kegiatan ini juga dalam rangka hari ulang tahun atau Hari Amal Bakti Kementerian Agama, yang baru saja diperingati pada 3 Januari,” ucapnya.
Menag menyampaikan apresiasi kepada Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama yang mampu menggerakkan partisipasi secara luas tanpa unsur kewajiban.
“Kami berterima kasih kepada ibu-ibu dan para perempuan. Karena kalau kami yang menghimbau, belum tentu bisa sebanyak ini yang terkumpul. Kita juga tidak boleh mewajibkan orang untuk donor darah, karena ada syarat-syarat tertentu,” tuturnya.
Menurut Nasaruddin, peran aktif Dharma Wanita Persatuan sangat berarti dalam menjawab kebutuhan kemanusiaan masyarakat.
“Ternyata imbauan Dharma Wanita, ditambah para anggotanya yang ikut langsung berdonor, itu luar biasa. Saya kira Dharma Wanita ini yang paling aktif dan sangat produktif dalam mengumpulkan sesuatu yang sangat dibutuhkan masyarakat, apalagi mengingat begitu banyak warga yang membutuhkan pertolongan darah,” kata dia. (HS-08)
–


