HALO TEMANGGUNG – Produksi sampah di Kabupaten Temanggung, dalam masa perayaan Idulfitri tahun ini, mengalami peningkatan sekitar 4 ton perhari, selama lebih kurang sepekan.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Temanggung, Dwi Sukarmei, seperti dirilis temanggungkab.go.id.
Dwi Sukarmei mengatakan selama periode tiga hari sebelum dan setelah Idulfitri, terjadi kenaikan produksi sampah dari rata-rata harian 119 ton menjadi 123 ton per hari.
Peningkatan produksi sampah ini, antara lain sebagai konsekuensi dari kegiatan warga bersih-bersih menjelang perayaan hari besar tersebut.
“Peningkatan ini wajar terjadi, karena masyarakat tengah sibuk membersihkan rumah dan halaman setelah perayaan. Kami sudah memprediksi hal ini, dan kami pastikan petugas kebersihan bergerak ekstra untuk mempercepat pengangkutan agar tidak terjadi penumpukan di Tempat Pembuangan Sementara (TPS),” ujar Dwi Sukarmei, Senin (30/3/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, jenis sampah yang paling mendominasi adalah sampah organik berupa sisa makanan dan ranting pohon, yang mencapai sekitar 18 persen dari total volume.
Sisa makanan berasal dari hidangan Lebaran yang melimpah, sementara ranting pohon merupakan hasil dari pembersihan pekarangan warga untuk menyambut malam takbir keliling.
Sementara itu, sampah plastik menempati posisi kedua dengan porsi mendekati 10 persen, yang mayoritas berasal dari kemasan kue dan pembungkus makanan sekali pakai.
Dia menyebut peningkatan produksi sampah ini merupakan fenomena tahunan yang telah diprediksi, pemerintah daerah pun tetap meresponsnya dengan serius melalui percepatan operasional di lapangan.
Meski menambah beban armada pengangkut, DPRKPLH terus memastikan seluruh sampah terangkut dengan baik ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Beberapa kecamatan, seperti Temanggung Kota, Pringsurat, dan Kaloran tercatat mengalami peningkatan kepadatan sampah yang lebih signifikan dibandingkan hari biasa. Menyikapi hal tersebut, DPRKPLH tidak hanya fokus pada pengangkutan, tetapi juga aktif mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola pengelolaan sampah yang lebih bijak.
“Kami mengajak warga untuk mulai memilah sampah organik dan anorganik dari rumah. Sisa makanan yang melimpah sangat baik, jika diolah menjadi kompos. Sementara plastik bekas kemasan sebaiknya dikumpulkan dan disetorkan ke bank sampah agar memiliki nilai ekonomi dan ramah lingkungan,” tambahnya.
Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai tumpukan sampah yang mengganggu lalu lintas, maupun menimbulkan masalah kesehatan masyarakat.
Hal ini menunjukkan, bahwa koordinasi antara pemerintah, petugas kebersihan, dan kesadaran masyarakat berjalan dengan baik.
Pemkab Temanggung akan terus memantau tren peningkatan sampah hingga akhir Maret ini, dengan harapan kondisi dapat segera kembali normal.
Ke depan, upaya edukasi mengenai pengurangan sampah plastik dan penguatan program bank sampah akan terus digalakkan sebagai bagian dari komitmen Pemkab Temanggung dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari pasca hari raya. (HS-08)


