HALO KLATEN – Kegiatan penyemprotan eco enzyme secara massal di Kabupaten Klaten, yang digelar Pemkab di Alun Alun Klaten, Jumat (7/1/2022) tercatat dalam rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penggunaan cairan tersebut diinisiasi oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Klaten.
Kegiatan yang diikuti masyarakat di masing-masing wilayah kecamatan se-Klaten tersebut, tercatat dalam kategori penyemprotan disinfektan eco enzyme dengan sprayer terbanyak. Tercatat 50.000 operator sprayer, turut andil dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah yakni OPD se-Kabupaten Klaten, jajaran Kodim 0723/Klaten, jajaran Polres Klaten, komunitas relawan, perusahaan swasta, hingga masyarakat di tingkat RT/RW.
Penyemprotan tersebut dibuka dan diawali oleh Bupati Klaten, Sri Mulyani bersama jajaran Forkompinda Kabupaten Klaten dengan melakukan penyemprotan di kawasan Alun Alun Klaten.
Kegiatan tersebut kemudian diikuti peserta di masing-masing kecamatan, dan disiarkan melalui kanal Youtube Diskominfo Klaten.
Bupati Klaten, Sri Mulyani mengapresiasi kegiatan penyemprotan eco enzyme secara massal tersebut, sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari mitigasi bencana.
“Kita patut berbangga, selain sebagai mitigasi bencana dalam memanfaatkan eco enzyme yang ramah lingkungan, kegiatan ini juga untuk memecahkan rekor MURI,” paparnya.
Kendati demikian, Bupati berharap kegiatan ini jangan hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial saja. Namun manfaat dari eco enzyme juga dapat dirasakan oleh masyarakat dengan memberikan pemahaman terkait eco enzyme.
“Kegiatan ini bukanlah seremonial belaka akan tetapi momentum ini penting dalam bersatunya masyarakat dengan pemerintah dan satgas pencegahan covid-19 secara kompak dalam menciptakan klaten yang sehat, klaten yang bersih, dan tentunya klaten yang tuntas dari covid-19 seperti harapan kita bersama,” katanya
Sementara itu, Representatif MURI, Sri Widayati mengatakan penyemprotan eco enzyme yang melibatkan 50.000 sprayer secara serentak ke udara tersebut merupakan kegiatan yang pertama kali digelar di Indonesia untuk tingkat kabupaten.
“Penyemprotan eco enzyme secara massal ini merupakan yang terbanyak dan pertama kali untuk tingkat kabupaten. Harapannya melalui kegiatan ini dapat mempertebal lapisan ozon serta membunuh bakteri di udara,” ungkapnya.
Penyemprotan disinfektan eco enzyme dengan 50.000 sprayer serentak di seluruh Klaten itu resmi tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia sebagai rekor yang ke-10.194.
Sementara itu Ketua PMI Klaten, Purwanto Anggono Cipto, mengatakan kegiatan ini juga sebagai langkah meningkatkan kualitas udara dan memperbaiki lapisan ozon. Penyemprotan juga menjadi kampanye penggunaan cairan eco enzyme, sebagai cairan organik ramah lingkungan dan multiguna.
“Eco enzyme mudah dibuat secara mandiri dan ramah lingkungan. Cairan ini multiguna sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan,” kata dia.
Ia menjelaskan, eco enzyme umumnya dimanfaatkan sebagai desinfektan, sehingga dapat mencegah penyebaran virus Covid-19. Namun selain itu, eco enzyme juga dinilai dapat menyelamatkan lingkungan, karena memperbaiki kualitas udara, air, dan lapisan ozon.
“Kegiatan ini juga sebagai pengurangan risiko bencana, khususnya bencana lingkungan dan iklim. Karena penggunaan eco enzyme secara massif dapat memperbaiki lapisan ozon, sehingga mencegah pemanasan global,” katanya menjelaskan. (Pur,HS-08)