Penyelesaian Pembangunan Kampung Nelayan Tambakrejo Ditarget Rampung 1 Desember 2020

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali saat meninjau proyek pembangunan hunian sementara di kampung nelayan RT 05/RW 16 Tambakrejo, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, Rabu (18/11/2020).

 

HALO SEMARANG – Penyelesaian proyek pembangunan hunian sementara di Kampung Nelayan RT 05/ RW 16, Tambakrejo, Kelurahan Tanjungmas,  Semarang Utara saat ini mencapai 85 persen. Dan ditarget akan rampung pada 1 Desember 2020.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali mengatakan, saat ini di proyek pembangunan hunian sementara kampung nelayan Tambakrejo mulai pembersihan.

Mengingat penyelesaian proyek di lahan bekas rawa ditarget rampung pada 1 Desember 2020.

“Tinggal pembangunan bioseptik, pengelolaan air kotor, pemasangan jaringan listrik, dan fasum. Memang ada kendala cuaca karena sudah masuk musim hujan, namun diharapkan kontraktor terus mengejar penyelesaian tersebut. Seperti menerapkan tambahan waktu untuk lembur,” katanya, Rabu (18/11/2020).

Ali menjelaskan, jika proyek pembangunan rumah hunian kampung nelayan di kali mati ini, menghabiskan anggaran Rp 8,3 miliar dari anggaran APBD Pemkot Tahun 2020.

“Total bangunan hunian sementara itu, ada 97 rumah. Untuk menampung sebanyak 97 keluarga dari masyarakat terdampak penertiban proyek normalisasi Banjir Kanal Timur, beberapa waktu lalu. Keseluruhan ada 143 keluarga yang ditertibkan, tapi ada 50 keluarga yang kini sudah pindah di Rumah Susun (Rusun),” imbuhnya.

Rudi Cahyo, Site Manager Kontraktor CV Adyatma mengatakan, memang ada kendala cuaca di dalam proses pengerjaan pembangunan rumah sementara kampung nalayan Tambakrejo, Semarang Utara.

Sehingga menyulitkan akses masuk truk saat pengiriman material ke lokasi proyek.

“Genangan di jalan ini merepotkan truk yang membawa material ke lokasi proyek pembangunan. Saat ini kami telah melakukan pemasangan atap bangunan, dan mulai pengerjaan jaringan sarana listrik di dalam rumah-rumah,” katanya.

Untuk mengejar waktu penyelesaian, pihaknya, lanjut Rudi, yakni dengan nenambah tenaga dan jam kerja. Saat ini ada 116 orang.

“Nantinya kami akan menambah tenaga sebanyak 30-40 orang, dengan menambah waktu pengerjaan sampai malam hari pukul 7 malam dari pukul 6 pagi. Sebelumnya pengerjaan dari pukul 8 pagi sampai jam 4 sore,” ujarnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.