in

Penutupan TMMD di Kendal, Stan Pasar Murah Diserbu Warga

Pasar murah dalam rangka penutupan kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2025 di Desa Sumberagung, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Kamis (20/03/2025).

HALO KENDAL – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung merupakan contoh konkrit gotong royong yang melibatkan pemerintah, TNI dan warga masyarakat dengan tujuan untuk membangun sarana prasarana yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Kendal, Benny Karnadi, saat menghadiri acara penutupan kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2025 di Desa Sumberagung, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Kamis (20/03/2025).

Acara diawali dengan upacara penutupan yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0715/Kendal, Letkol Inf Ely Purwadi, beserta jajaran Forkopimda Kendal, para Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Kendal, Tim Penggerak PKK Kendal, dan organisasi kemasyarakatan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kendal dan masyarakat Kabupaten Kendal, kami menyampaikan terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang telah terlibat dalam suksesnya pembangunan melalui program TMMD untuk menyelesaikan permasalahan infrastruktur yang merata di Kabupaten Kendal,” ungkap Wabup.

Dikatakan, dalam kegiatan penutupan TMMD ini juga digelar pasar murah untuk masyarakat di wilayah Weleri dan sekitarnya. Pihaknya menyediakan 5.000 paket dengan harga per paket Rp 50 ribu, yang isinya ada beras, gula, minyak goreng, mie instan dan lain-lain.

“Harga per paket jauh di bawah harga pasar. Ya ini salah satu dimensi sosial di dalam bulan ramadan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal dan para pihak yang mendukung untuk membantu warga,” imbuh Wabup.

Sementara itu, Komandan Kodim 0715/Kendal Letkol Inf. Ely Purwadi menyampaikan, dengan terbangunnya jalur pertanian di wilayah Desa Sumberagung dan sekitarnya diharapkan akan lebih mempermudah akses pertanian, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.

“Pada TMMD Sengkuyung Tahap Satu menargetkan dua sasaran yaitu fisik dan non-fisik. Untuk sasaran fisik, Alhamdulillah telah dilaksanakan pengecoran jalan sepanjang 500 meter, lebar 3,5 meter, dan tebal 12 sentimeter di jalan pertanian Desa Sumberagung,” ujarnya.

Lebih lanjut Dandim menjelaskan, terdapat beberapa sasaran non-fisik yaitu penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan bahaya narkoba, penyuluhan pertanian, penyuluhan stunting, penyuluhan pengelolaan sampah, penyuluhan pariwisata dan penanggulangan bencana.

Salah seorang warga Desa Sumberagung, Sujiah, mengaku rela memaksakan diri untuk mendatangi pasar murah meski masih dalam kondisi sakit. Hal ini lantaran banyak bahan pokok penting yang bisa ia beli dengan harga lebih murah dari pasaran.

“Senang, ini saya saja kakinya lagi sakit untuk jalan, saya paksa kesini karena ingin beli paket sembako terus juga beli minyak goreng, soalnya harganya murah,” ungkapnya.

Senada dikatakan Suswati warga Weleri. Dirinya langsung mendatangi stand OPD yang menjual pakaian pantas pakai dengan harga Rp 1.000 – Rp 5.000.

“Ini saya beli celana buat anak harganya tiga ribu rupiah dan buat saya lima ribu rupiah,” ujarnya. (HS-06)

 

Gandeng BNN, Daop 4 Semarang Lakukan Tes Urine Petugas Awak Sarana Perkeretaapian, Jamin Angkutan Lebaran Aman

Polda Jateng Siapkan Belasan Ribu Personel Amankan Mudik Lebaran