HALO DEMAK – Pemerintah Kabupaten Demak turut melaksanakan Sub-Pekan Imunisasi Nasional (PIN), sesuai arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara serentak di seluruh kabupaten / kota di Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah, serta Kabupaten Sleman, Yogyakarta, dilakukan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio.
Bupati Demak Eisti’anah menjelaskan bahwa Sub-PIN Polio akan dilaksanakan dalam 2 putaran. Putaran pertama dimulai pada 15 Januari 2024, sementara putaran kedua akan berlangsung pada Februari 2024 mendatang.
“Alhamdulillah kasus polio di Kabupaten Demak tidak ada, ini upaya preventif kita yaitu melakukan pemberian vaksin polio kepada anak usia 0-7 tahun di putaran pertama. Kemudian diputaran kedua akan dilaksanakan bulan Februari”, kata bupati Esti’anah, setelah Talkshow di Radio Suara Kota Wali 104.8 FM, Selasa (16/01/2024).
Pada kesempatan tersebut Eisti mengungkapkan bahwa perlu adanya pemeriksaan lebih lanjut, untuk anak usia 14 tahun yang mengalami kelumpuhan.
“Alhamdulilah di Kabupaten Demak tidak ditemukan, tetapi setelah kita vaksin tentunya kita akan mengecek kembali di anak usia 14 tahun yang mengalami kelumpuhan nanti ada pemeriksaan Lokakarya Acute Flaccid Paralysis (AFP), nah itu menentukan apakah ini penyakit polio atau tidak,” kata dia.
Serentak
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaksanakan Sub-Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio secara serentak, di seluruh kabupaten / kota di Provinsi Jawa Timur, dan Jawa Tengah, serta Kabupaten Sleman, Yogyakarta, mulai Senin (15/1/2024).
Pemberian imunisasi novel Oral Polio Vaccine Type 2 (nOPV2), menurut Kementerian Kesehatan, seperti yang dirilis sehatnegeriku.kemkes.go.id, menargetkan 8,4 juta anak berusia 0- 7 tahun.
Rinciannya, Provinsi Jawa Timur sebanyak 4,4 juta anak, Provinsi Jawa Tengah 3,9 juta anak, dan Kabupaten Sleman sebanyak 149 ribu anak.
Pelaksanaan Sub PIN akan dilaksanakan selama 1 pekan, diikuti sweeping selama 5 hari.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan Sub PIN Polio ini menargetkan anak berusia 0 sampai 7 tahun, tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Artinya, meski status imunisasi sudah lengkap, anak tetap harus mengikuti program Sub PIN Polio.
“Target cakupan sekurang-kurangnya adalah 95% untuk masing-masing putaran dan merata di setiap tingkatkan, mulai dari desa, kecamatan, sampai kabupaten,” ucapnya.
Direktur Jenderal P2P bersama Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mencanangkan kegiatan Sub-PIN Polio di MINU Kapasan Sidoarjo, Jawa Timur. Pencanangan diikuti dengan pemberian imunisasi tetes nOPV2 pada 144 anak.
Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan Sub-PIN Polio akan dilaksanakan dalam 2 putaran.
Putaran pertama dimulai pada 15 Januari 2024, sedangkan putaran kedua akan berlangsung mulai 19 Februari 2024.
Masing-masing putaran dilaksanakan dalam waktu satu minggu dengan jarak antarputaran minimal satu bulan.
Wilayah pemberian imunisasi tambahan adalah seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur yang merupakan lokasi terjadinya KLB polio.
Pemberian imunisasi tambahan juga dilakukan di Kabupaten Sleman DIY, yakni daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Klaten, lokasi ditemukannya kasus polio beberapa waktu lalu.
Sebagai penutup, Maxi meminta komitmen seluruh perangkat daerah dalam melaksanakan Sub-PIN Polio.
“Peran Bapak dan Ibu semua sesuai tugas dan fungsi masing-masing serta partisipasi aktif dari seluruh masyarakat sangat dibutuhkan dalam menyukseskan kegiatan ini, karena itu kami sangat berharap adanya komitmen dari Bapak/Ibu dalam mendukung kegiatan ini,” kata dia. (HS-08)