in

Pecco Berjaya, Bukti Mentalitas Pemenang Terjaga

HALO SPORT – Francesco ’’Pecco’’ Bagnaia, juara dunia MotoGP 2022 dan 2023, membuktikan dirinya memang sangat layak berada di posisinya sekarang.

Pembalap tim pabrikan Ducati itu secara meyakinkan memenangi Grand Prix (GP) Qatar di Sirkuit Lusail, Senin (11/3/2024) dini hari WIB.

Memimpin sejak lap pertama dari start kelima, dia melalap 21 putaran dengan mantap.

Pecco finis pertama yang disusul Brad Binder (tim Red Bull KTM) dan Jorge Martin (Prima Pramac Racing Ducati).

Mentalitas Bagnaia terlihat jelas di lintasan, dengan tampil kalem, tenang dan mendominasi.

Setelah dua musim beruntun Sirkuit Lusail selalu dimenangi kubu satelit Gresini, skuad Ducati Lenovo akhirnya merasakan manisnya kemenangan balapan malam hari itu.

Bagnaia langsung menunjukkan kualitasnya dalam balapan utama.

Kejelian rider asal Italia ini dalam manajemen ban patut diacungi jempol.

’’Penting untuk mengubah taktik, terutama pada tahap awal balapan,’’ kata Bagnaia seperti dilansir dari Speedweek.

Pada lomba sprint, mantan anak didik Valentino Rossi ini hanya finis keempat.

’’Kami menjadikan pengalaman dan pengetahuan ini ke Portimao,’’ tutur Pecco.

Seri kedua musim ini akan digelar di Sirkuit Portimao, Portugal, 22-24 April mendatang.

’’Jemawa sih enggak, tapi saya percaya diri. Musim masih sangat, sangat panjang,’’ tegasnya.

Sementara itu, pabrikan Honda dan Yamaha perlahan mulai meningkat setelah mengadopsi pendekatan rival-rival merek dari Eropa yang cepat dan berani mengambil risiko.

Kendati begitu, pabrikan Eropa juga tak mau kalah dalam meningkatkan kecepatan kuda besi mereka.

Tiga pabrikan Eropa, Ducati, KTM, dan Aprilia meningkat lebih dari 10 detik, sedangkan Yamaha dan Honda tak sampai 5 detik.

Satu pembalap yang bisa dijadikan contoh adalah Marc Marquez yang pindah dari Repsol Honda ke tim satelit Gresini Racing Ducati.

Marquez menyatakan lebih mudah mengendarai motor Ducati daripada Honda, dan di GP Qatar 2024 The Baby Alien mampu finis di posisi keempat.

Pabrikan Jepang memang sedang berjuang keluar dari krisis.

Namun, untuk sukses memang tak semudah membalikkan tangan.

Bahkan, Ducati butuh dua musim untuk konsisten finis tiga besar dan dua musim untuk mencetak kemenangan sejak kedatangan sosok jenius dalam diri General Manager Gigi Dall’Igna. (HS-06)

Jawab Keraguan dengan Kemenangan

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Selasa (12/3/2024)