HALO BOYOLALI – Polres Boyolali mengimbau warga agar tetap mewaspadai erupsi Gunung Merapi beserta segala dampaknya.
Imbauan itu disampaikan Kapolsek Selo Polres Boyolali, Iptu Kiryanto, Sabtu (9/12/2023) terkait erupsi Gunung Merapi.
Seperti diketahui, erupsi merapi Jumat (08/12/2023) lalu mengakibatkan guguran lava, disertai luncuran awan panas dan hujan abu vulkanik di beberapa daerah di Kabupaten Boyolali.
Menurut informasi yang disampaikan humas.polri.go.id, beberapa wilayah yang diguyur hujan abu di Boyolali, seperti di Desa Klakah, yakni di Dukuh Sumber, Dukuh Bakalan, dan Dukuh Bangunrejo.
Hujan abu juga mengguyur Desa Tlogolele, di wilayah Dukuh Stabelan, Dukuh Takeran, dan Dukuh Belang, Sabtu (9/12/2023).
Kapolsek mengatakan pihaknya telah mengerahkan anggota untuk melakukan patroli dan sosialisasi, tentang upaya yang bisa dilakukan warga, menyikapi erupsi Merapi.
Dalam patroli tersebut, petugas mengimbau agar masyarakat tetap tenang, menggunakan masker ketika berada di luar rumah, tidak melakukan aktivitas di area berbahaya, serta tetap mengikuti perkembangan informasi dari pihak yang berwenang.
Dalam kegiatan patroli yang dilakukan, Kapolsek Selo bersama anggota juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik, menghadapi potensi bencana.
Selain itu mempersiapkan tempat penampungan sementara semaksimal mungkin. Hal ini bertujuan untuk meminimalisasi korban jiwa dan memberikan perlindungan kepada warga yang terdampak.
Masyarakat diminta untuk menghubungi petugas setempat, jika memerlukan bantuan terkait kebutuhan mengungsi. Petugas di wilayah Selo siap memberikan bantuan dan koordinasi.
Meskipun terjadi hujan abu pada Jumat, 8 Desember 2023, pukul 15.30-17.00 WIB di wilayah Desa Klakah dan Desa Tlogolele, kegiatan masyarakat masih dapat berjalan seperti biasa.
Apabila terjadi erupsi yang lebih besar, masyarakat diminta untuk segera meninggalkan rumah dan menuju tempat penampungan pengungsian sementara (TPPS) yang sudah disediakan oleh pemerintah desa.
Berdasarkan keterangan dari Balai Penelitian dan Pengembangan Tehnologi Kegempaan Geologi (BPPTKG), bahwa dampak dari erupsi Merapi ini direkomendasikan, agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di area yang berbahaya yaitu 5-7 kilometer dari puncak Merapi.
Pembatasan ini karena guguran lava dan awan panas yang mencapai 3-5km beberapa kali masih terjadi, pasca erupsi dengan jarak luncuran yang bervariasi.
Dalam keterangannya Kapolsek Selo Iptu Kiryanto menyampaikan, Kegiatan patroli berlangsung dengan aman dan lancar, dan situasi di wilayah Ds. Klakah dan Ds. Tlogolele dianggap stabil. Aktifitas Masyarakat Terpantau Aman, Respon positif dari warga diharapkan dapat membantu membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kewaspadaan dalam menghadapi potensi bahaya erupsi Gunung Merapi. Harapannya, situasi segera kembali normal sehingga aktivitas dapat berjalan seperti biasa,” kata dia. (HS-08)