HALO KENDAL – Sudah sejak Desember lalu, harga beras di pusat penggilingan padi di Kendal mengalami kenaikan, yaitu untuk harga beras lokal per sak isi 25 kilogram, mencapai Rp 280 ribu.
Padi yang digiling di pusat penggilingan di Kendal merupakan padi asli dari wilayah Kendal, dan sebagian dari Semarang.
Salah seorang pemilik penggilingan padi di Brangsong sekaligus pedagang beras Evi Nuvianti mengaku, naiknya harga beras, dikarenakan saat ini baru musim tanam. Sehingga pasokan padi mengalami penurunan.
“Beras yang saya jual, biasanya dari hasil penggilingan padi sendiri. Tapi karena saat ini pasokan padi sedikit, maka mendatangkan beras dari tempat lain,” terangnya, Jumat (20/1/2023).
“Kalau untuk harga, memang naik, sebab barangnya langka dan belum masa panen. Mungkin di daerah lain juga ada yang kebanjiran,” imbuh Evi.
Sementara itu Nadimatus, salah seorang pekerja di penggilingan padi di Ketapang Kendal mengatakan, harga beras sering naik turun.
“Untuk saat ini harga beras Rp 280 ribu per sak isi 25 kilogram. Beberapa waktu lalu, masih Rp 275 ribu per sak,” ujarnya.
Menurut Nadimatus, hal ini karena pasokan padi sedang langka, maka harus membeli beras dari tempat lain, untuk memenuhi permintaan pelanggan.
“Gabah padi yang mau digiling sekarang tidak ada, jadi beli beras dari orang lain. Selain itu, mesin penggilingan padi juga tidak setiap hari beroperasi,” jelasnya.
Untuk itu para pekerja di tempat ia bekerja juga diliburkan, karena tidak ada pasokan gabah yang akan digiling. Untuk sementara, pemilik usaha hanya membeli beras dari luar, untuk memenuhi permintaan pelanggan.
“Alhamdulillah masih adalah untuk digiling, tapi tidak seramai ketika musim kemarau,” imbuh Nadimatus.
Dirinya mengungkapkan, selama musim hujan, usaha penggilingan padi di Kendal sering tidak beroperasi. Hal ini lantaran tidak ada pasokan gabah kering dari pemasok maupun dari warga sekitar yang menggiling padi.
“Gabah keringnya langka, akibat sering turun hujan. Sehingga padi tidak bisa dijemur,” ungkap Nadimarus.
Hal tersebut juga diungkapkan Sofiatun, pemilik penggilingan padi di Karangsari Kendal. Menurutnya, sejak sering turun hujan, usaha penggilingan padinya sering tutup, hingga meliburkan pekerjanya.
“Mesin penggilingan padi hanya beroperasi jika ada pelanggan yang akan menggiling padi. Ramainya kalau pas lagi musim panen,” ungkapnya.(HS)